Aku gak perduli lagi melanjut kan makan, tiba-tiba aja Aku merasa begitu lapar mungkin Karena sempat terpesona dengan mahluk ciptaan Tuhan barusan. Aku terkikik dalam hati, Karena fikiran gila ku si tengah musibah yang hampir saja merenggut nyawa Ku Dan REGINA.
maaf Bu koper siapa ya tadi yang saya
tabrak?! "....ucap laki-laki yang baru tiba itu, Aku menoleh melihat tepat wajah nya. ternyata dia yang membuat aku dan REGINA hampir maut tadi.
ingin rasanya Aku bangun menampar wajah nya, sakit hati ku masih untung Tuhan melindungi kami. coba seandai nya itu terjadi mungkin aku dan REGINA putri ku sudah jadi arwah.
loh mas ini to yang hampir nabrak mbak ini Dan bayi nya"....tunjuk si Ibu padaku masih menggendong REGINA. Iya Ibu maaf kan saya tadi saya buru-buru "....ucap nya tenang.
ingin rasa nya ku lempar muka tampan nya dengan gelas yang Aku pegang, " oh jadi kamu tadi yang nabrak"... laki-laki yang tadi nolong bawa koper ku menghampiri laki-laki yang nabrak koper ku.
Iya mas tadi saya buru-buru gak niat kok saya Lari makanya saya balik ingin bertanggung jawab "....ucap nya. laki-kaki yang bawa koper ku terlihat ingin buat perhitungan, Aku dapat melihat Cara nya melangkah sambil mengepal kan tangan.
sesaat Aku juga merasa takut seandai nya terjadi keributan, Aku gak mau orang ribut gara-gara aku toh Aku dan REGINA selamat. jadi gak harus Ada keributan.
udah mas saya ngak apa-apa kok "... ucap ku segera bangun, si laki-laki yang hampir menabrak Ku mematung melihat wajah ku. Aku merasa risih kenapa Dia Malah menatap ku seperti itu, bikin Aku malu.
kamu AYU PERMONI kan? "...tanya nya, jelas mata ku melebar menatap nya kenapa Dia bisa tau nama ku. benar kan kamu AYU PERMONI!? "...tanya nya lagi, gak bisa ku elak aku mengganggu itu memang nama ku. tapi siapa dia kenapa bisa tau nama ku, sedang aku merasa ngak Kenal atau mungkin aku lupa.
AYU lupa sama saya kan?"... tanya nya, Aku ngangguk memang ngak ingat siapa dia. ho..hoek.. hoek.. "... tangis REGINA, buat aku berenti mikir siapa dia.
Aku meninggal kan laki-laki itu Anak ku lebih penting dari pada dua fikir ku, uh anak mama udah bangun haus ya Nak? "...Aku bawa REGINA ke sudut Warung untuk memberikan asi.
Aku gak perduli lagi dengan laki-laki itu, aku duduk membelakangi semua orang. dengan ujung hijab yang ku pake aku menutup aurat ku yang Kini sedang di nikmat REGINA anak ku.
Karena insiden tadi, aku melupakan kejadian di rumah tangga ku. melihat REGINA lahap menghisap puting ku, Aku jadi ingat lagi mas WIJAYA. apa yang di lakukan nya setelah kepergian aku dan REGINA, ngak terasa air mata ku mengalir. ingin rasa nya aku balik untuk mempertanyakan semua nya, tapi itu ngak akan mungkin sudah sejauh ini aku melangkah meninggal kan kediaman Suami ku. air mata ku terus mengalir bayangan kemesraan bersama mas WIJAYA melintas begitu saja.
tidak Ada yang dapat aku lakukan selain terus melangkah demi hidup REGINA ku, kejelasan kenapa mas WIJAYA gak suka dengan kehadiran REGINA aku juga ngak tau.