ILYMH - Kerja Kelompok

1262 Words
Setelah membersihkan badanya. Dan mengganti baju seragamnya dengan baju kaos panjang dan celana hot pants. Diandra berdiri di depan meja riasnya. Melihat pantulanya dicermin Diandra merasa miris. Masa sudah mau menikah badan Diandra tetap datar tak ada lekuknya sama sekali. Bisa malu Diandra nanti. Rio pasti nggak bakal nafsu sama Diandra yang tepos ini.  Diandra tersenyum kecut. Pasti seiring berjalanya waktu bentuk tubuhnya akan berubah. Toh usianya sekarang masih dalam proses pertumbuhan. Drt..drt.. Ponsel Diandra yang terletak diatas meja rias. Bergetar dan berkedip kedip. Menandakan ada pesan masuk. Michh: Dii jadi nggak belajar bareng? Diandra tersenyum miring. Pasti sahabatnya yang satu ini tak punya pulsa. Makanya cuman mengirim pesan. Diandra: telepon kali Mich masa sms aja. Pelit amat anaknya Pak Dedi botak ini. Diandra menjatuhkan bokongnya dikursi rias. Matanya masih lekat memandangi ponselnya. Kalau urusanya menyangkut bapaknya pasti Michel balesnya bakal cepet kaya jetpack. Michh: Gak punya pulsa Dii. Ini aja pake gratisan sms.  Mich: Elah Dii jangan ejekin Ayah ku ngapa. Kesedek Ayahku ku nanti. Diandra tertawa sendiri. Sudah bisa ditebak dirumahnya sana Michel sedang mengerucutkan bibirnya sebal. Sekali kali gangguin Michel gak dosa kan. Diandra: Hehe ntar dulu ya. Aku chat di group dulu. Diandra beralih membuka akun line nya untuk menanyakan perihal belajar barengnya.  Group Line (Anak anak hitz and gawl) 19.00  Diandra: Lla, Llo, Bul. Kalian jadi kerumahku?  Zelo: terserah aja gue mah Zela: ini sudah mau otw Dii Diandra: oke aku tunggu ya Michell: jemput ya Zel. Bensin gua abis Zelo: yee gue bareng sama Bulan Zela: terus aku sama sapa bang Llo? Aku nggak mau jadi obat nyamuk ih Bulan: sorry ya Lla. Gue nggak mau bareng sama kalian. Yang ada bisa gila aku Diandra: suka bilang aja kali Bul. Nggak usah gengsi gitu pake nolak segala Zelo: asik ada yang bela Michell: udah ah cepat berangkat gak usah ngebacot digroup terus Michell: Zel gak usah jemput gue. Gue udah pesen gojek Bulan: siap!!! Zelo: Alhamdulillah deh kalau gitu. Gue berangkat sama yang beb gue aja Bulan: ogah Zela: kit ati banget Diandra: CEPET BERANGKAT!! KALAU LAMBAT AKU KUNCIIN PINTU!!!! Diandra menutup aplikasi line nya. Dan berjalan kearah pintu. Mau ambil si debay dari tangan Maminya. Karena Diandra tau sifat Mami cantiknya itu kalau lagi sama bayi. Pasti pipi gembul debay Diandra bakal dicubiti. Diandra sudah pasti tak terima kalau debaynya disakiti. Baru saja Diandra ingin membuka pintu. Seseorang dari luar sudah membuka pintu terlebih dahulu. Siapa lagi kalau bukan Rio. "Boleh kakak masuk?" izin Rio. "E..eh bo..boleh kak. Tapi Diandra mau keluar. Temen temen Diandra mau datang" ujar Diandra. Jujur saja ya. Diandra sekarang masih benar benar canggung dan malu saat didekat Rio. Ini semua gara gara ngerebutin debay. "Tak apa kamu kebawah saja. Kakak pingin lihat lihat kamar calon istri kakak"  Blushh... Pipi Diandra memerah. Dan itu tak luput dari pandangan Rio. Rio mendekat dan mengelus lembut pipi Diandra supaya semburat merah itu menghilang. Namun semburat itu malah semakin nampak. "Boleh kan?" tanya Rio. Diandra mendongak menatap Rio yang jauh lebih tinggi darinya.  "I...iya nggak apa apa Kak" ujar Diandra terbata bata. Dirinya benar benar tak kuasa menahan gejolak dihatinya.  Rio yang tadinya menatap mata indah Diandra yang mengerjap ngerjap lucu. Sekarang berpindah ke bibir mungil pink Diandra. Otak Rio sudah tidak bisa di kendalikan lagi. Bibir Diandra sungguh menggoda imanya. Pasti rasanya sangat manis.  Dengan sendirinya tangan Rio menangkup pipi Diandra. Mata Diandra membulat penuh tatkala Rio mendekatkan wajahnya.  Nafas hangat Rio membelai lembut permukaan wajah Diandra. Membuat Diandra memejamkan matanya. Jantung Diandra juga semakin meningkat ritmenya. Hampir meledak dibuatnya.  Bagaimana rasanya berciuman. Sungguh ini yang pertama buat Diandra. First kiss kalian bisa menyebutnya itu. Ketika bibir keduanya hampir menempel satu sama lain. Teriakan Mami Diandra membuat Rio dan juga Diandra tersentak lalu menjauhkan tubuhnya masing masing. Sejauh satu langkah. "DIII ADA MICH CS NIHH!!" Diandra mendesah lega dalam hati. Maminya memang paling the best deh. Untung saja Maminya memanggilnya. Kalau tidak. Mungkin bibir Diandra sudah diperawanin sama Rio sebelum waktunya. Belum sah dosa. Diandra tersenyum canggung ke arah Rio. Rio juga membalasnya dengan senyuman canggung. Kok jadi canggung canggungan gini ya. "Kak a..aku kebawah dulu ya. Sudah ada teman temanku. Kalau kakak mau lihat lihat kamarku silahkan" Diandra lalu melangkah keluar dari kamarnya. Karena kamarnya tepat didepan tangga. Sebelum melangkah turun. Diandra membalik badanya menatap Rio yang juga sedang menatapnya. Membuat mata mereka bertemu pandang. "Kita lanjutkan yang ketunda tadi kalau sudah sah ya kak" ujar Diandra sembari tersenyum. Lalu ia langsung berlari turun. Meninggalkan Rio dan degupan jantung Rio. "Oke fix. Gue udah gila kayaknya" Rio mengacak rambutnya dan masuk kedalam kamar Diandra. - "Hai..udah lama disini" sapa Diandra pada teman temanya yang sudah duduk lesehan diruang tv. "Baru saja kok" jawab Michel.Lalu Diandra gabung duduk lesehan bersama teman temanya. Diandra memilih duduk didekat Bulan. Karena kalau belajar Bulan lah yang paling serius. Kalo teman temanya yang lain sih becandaan mulu. Bi Sum membawa minuman juga cemilan di atas nampan. Ditaruhnya semua itu di meja dihadapan mereka. Berbagai makanan ringan menggugah selera tersaji di toples toples bergambar hello kitty tersebut. Juga lima gelas limun menyegarkan menemani cemilan mereka. "Dii lo pindah kesini gih dekat Mich. Gue deket sama yayang gue" disaat semuanya sedang asik menulis. Zelo mengintrupsi kegiatan mereka. "Ogah ah. Kerjain sudah PR mu. Walau kita beda kelas aku tau kok kalau pr kalian numpuk" ujar Diandra tanpa mengalihkan tatapanya dari buku Mtk nya. "Jahat" dengan terpaksa seterpaksa paksanya. Zelo yang tampan itu kembali berkutat pada buku paket IPA nya.  "Susah banget nih. Rasanya pingin gue pecahin pala gue" desah Zelo frustasi karena rumus rumus fisika yang sama sekali tak masuk diotaknya. "Mau gue bantu?" Michell yang sedari tadi cuman diam membuka suaranya. "Kayak lo bisa aja bantuin gue ngerjain soal ini" cibir Zelo. "Siapa yang bilang gue mau bantuin ngerjain soal lo. Orang gue pingin bantuin pecahin pala lu" ujar Michell sambil terkikik geli. Zelo manyun sepuluh centi. Dan yang lainya cuek saja. Garing becandaanya. Owek..owek.. Tangisan si debay memecahkan konsentrasi mereka. Bulan, Michell, Zela, dan Zelo langsung menatap tajam kearah Diandra. "Suara bayi siapa itu Dii?" tanya Zela skeptis. "Jangan bilang kalau selama ini lo sudah punya bayi terus lo sembunyiin dari kita" tuduh Zelo. Sesaat hati Michell hancur berkeping keping. Diandra sudah mempunyai anak? Tapi bagaimana bisa. Namun dia segera menepis pikiran buruknya. Michell percaya Diandra. "Ini anak kembar pada neting sama aku. Itu bayi aku nemu dijalanan. Masa iya itu bayi aku. Memang kalian pernah lihat aku hamil" ujar Diandra membuat semuanya mendesah lega. "MIII BAWA DEDE KESINI MII" teriak Diandra memanggil Maminya. "Namanya Dede ya Dii? Cocok dong sama nama lo. Dede dan Didi hahaha" ejek Zelo. Pingin rasanya Diandra sambelin bibir Zelo yang kurang ajar itu. Sekalian juga kepalanya pingin Diandra getok memakai penguleknya. Biar kepalanya beres sedikit. Pantas saja Bulan selalu nolak Zelo. Zelonya saja bego nya gak ketulungan. Pletak!! Kini giliran Bulan yang beraksi.  "Kok kepala bebebmu kamu jitak lagi sih" ujar Zelo manja. Mual rasanya Bulan mendengar nada manja Zelo. "Lagian bego banget sih lo tuh. Dede tuh maksudnya adek bukan namanya. Lo kira bayi itu super dede apa!!" Sentak Bulan. Kedatangan Mami Diandra membuat Zelo dan Bulan berhenti bertengkar. Mami menaruh debay yang lagi ngedot di pangkuanya Diandra.  Mata temen temen Diandra berubah jadi liar. Mereka mendekat. Dan Diandra ngejauhin debaynya. Bisa habis diunyek unyek ntar. "Waaahhh lucunyaaaa" jerit Bulan histeris sambil mencubiti pipi debay. "Ntar kita bikin sepuluh ya yang. Modelan beginian" ujar Zelo cengar cengir. "Gue nggak mau punya nak sama lo. Yang ada anak gue gangguan jiwa semuanya" tolak Bulan ketus. "Woii debay aku jangan di aniaya!!!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD