JELATANG DAN KUTU BABI

1170 Words

“Eh, malah ngelamun. Sebaiknya kita kembali!” seru Alang mengingatkan. “Jam berapa sekarang, Kan?” tanya Sam pada Kikan. Gadis itu melihat jam digitalnya. “Jam tiga kurang sepuluh!” Ketiganya segera berkemas. Kembali melangkah menerobos semak belukar, serta tiang-tiang kanopi hutan. Kabut tipis mulai turun. Dari kejauhan suara-suara hewan hutan terus terdengar besahutan. Dominan suara tonggeret dan jenis primata. Entah siamang atau kera. Sesekali terdengar juga kombinasi suara jenis burung. Sementara perlahan tapi pasti mentari di atas kanopi hutan bergeser ke arah barat. Mendadak langkah Alang terhenti. Pemuda itu terdiam memerhatikan kedua tangan. Merasakan sesuatu yang aneh telah menjalari punggung kedua tangannya. Rasa gatal, perih dan panas. Wajahnya meringis menahan sakit. “Aah!”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD