“Lalu bagaimana membuangnya? Rasanya sakit dan nyeri!” ungkap Sam dengan wajah memelas. “Menggunakan minyak tanah. Pernah ada buruh perkebunan yang harus mandi minyak tanah. Akibat kutunya banyak. Pakai tembakau, atau krim anti nyamuk juga bisa!” terang Prayit. “Waduh! Semua itu kita nggak punya!” sahut Alang kebingungan. “Dicabut, Lang! Cabut saja!” perintah Sam pasrah. “Kalau dicabut kakinya akan tinggal. Masih bisa bikin nyeri,” potong Prayit serius. “Jadi bagaimana? Masa dibiarkan?!” keluh Sam kesal campur takut. Prayit diam. Seperti sedang berpikir. “Pakai bara api!” usul Alang tiba-tiba. “Gila! Ini kutu, bukan pacet. Nanti malah kulit yang kena!” protes Sam. Alang meringis mendengarnya. “Jadi pakai apa, Bang?” Alang sedikit bingung. "Dicabuti pakai pinset?" “Terserah! Yang p

