“Jangan, Lang. Nanti aja. Tidurnya pulas sekali. Lagian ini masih pagi. Mending cari bahan bivak-nya dulu,” cegah Kikan setengah berbisik. Sejenak Alang tampak ragu. Tapi akhirnya mengangguk setuju. Alang menebang beberapa batang pohon seukuran lengan anak kecil. Kikan membantu mengumpulkan. Membawa ranting dan dedaunan ke dekat makam. Sesekali Kikan mencuri pandang ke arah Ramon. Ada kegelisahan di mata Kikan. Kejadian-kejadian tempo hari, masih membuatnya sedikit takut. Sementara Alang sibuk membersihkan ranting-ranting di batang pohon. Lalu meruncingkan bagian pangkalnya. Alang sedang membuat tiang-tiang utama bivak. Saat meruncingkan batang yang kedua, mendadak aktivitas Alang berhenti. Matanya menatap tajam ke arah Ramon. Perlahan Alang meletakkan parang dan kayu yang dipegangnya.

