BIBIT PERTIKAIAN

1188 Words

“Entahlah—atau kau punya jawaban, kenapa ia membuangi makanannya? Atau kenapa memilih bertahan di makam? Padahal fisiknya buruk, begitu juga dengan cuacanya?” Lagi-lagi Prayit balik bertanya. Alang diam saja. Kepalanya mendadak sakit. Merasa pusing berusaha mencari-cari jawaban. Ia mencondongkan tubuh. Mengusap wajahnya dari bawah ke atas. Tangannya berhenti di atas kepala. Meremas rambut ikalnya kuat-kuat. Lalu diam tertunduk. Dengan sikut tertumpu di paha. Prayit masih memandanginya. “Lang—,” Laki-laki itu menyentuh bahunya. Perlahan Alang menoleh. “Berlakulah adil. Jangan salahkan dirimu. Kau, kita, semua sudah berusaha. Itulah yang kita bisa. Jika ini kehendak-Nya, maka terjadilah. Meski sekuat apa pun kita berusaha mencegahnya,” ucap Prayit mencoba menenangkan. Alang diam saja. Cukup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD