Empat puluh empat

1899 Words

Diana mengeluarkan sebuah kotak bekal dari dalam tasnya. Ia menatap kearah barisan sampingnya. Dimana di situ terdapat Arga yang sedang mengobrol bersama dengan kedua temannya Berniat mengajak lelaki itu untuk makan bersamanya. Semoga dia tidak menolak lagi “Widih tumben bawa bekel lu. Buat siapa tuh?” gadis yang berada di sampingannya bertanya sembari menatap kotak bekal itu Menoleh lalu tersenyum tipis, “Biasa hehe,” Gadis bernametag kanaya itu memutar bola matanya malas, iya sudah tahu 'dia' yang di maksud Diana itu. Sudah pasti Arga lelaki yang sudah Diana sukai dari dua tahun lalu sampai sekarang “Gak capek?” tanyanya Jujur saja Kanaya sedikit merasa kasihan kepada Diana. Karna gadis itu sudah berusaha mendekati lelaki itu namun tidak pernah di notice oleh Arga Iya masih ingat,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD