Arsha duduk di bangku belajar nya, menulis sesuatu di buku diary. Sembari tersenyum kecil. Ia menulis sebagaimana tadi siang dirinya merasa senang karna dapat menghabiskan waktu bersama Arga. apalagi mengingat perlakuan baik lelaki itu kepadanya Walaupun hari ini melelahkan, namun dirinya bersyukur masih bisa merasa senang. psikiater nya menyarankan ia untuk menumpahkan perasaan pada tulisan di bandingkan menyakiti dirinya sendiri Awalnya memang susah untuk bisa menumpahkan semuanya ke tulisan. Namun ia terus mencoba sampai sudah terbiasa untuk menulis sesuatu yang menggambarkan perasaan nya. Sudah lebih dari beberapa bulan dirinya bersekolah umum, dan ia lumayan bisa dekat kembali dengan lawan jenis. Sebuah kebahagiaan bagi dirinya sendiri, keadaan nya sudah lebih baik dari waktu wa

