Arsha sampai di rumahnya. Ia langsung berlari menuju kamarnya, tanpa bilang berterimakasih pada Alex karna telah mengantarkan nya sampai rumah Membuang tasnya ke sembarang arah, ia menutup pintu dengan kencang sehingga menimbulkan suara yang keras. Tubuhnnya merosot kebawah, bayangan Arga yang mengantarkan Diana masih teringat di kepalanya Tanpa seijin air matanya menetes membasahi pipinya. Ia menggigit bibir bawahnya dengan sangat kuat, menahan suara isakan yang akan keluar dari mulutnya Kepalanya di tumpang kan di antara kedua lipatan kakinya. Ia menunduk, tangannya memeluk tubuhnya meremas seragam bagian tangannya. Rasa masih sesak Mengapa lelaki itu mengikari ucapannya? jika memang tidak bisa harusnya bilang, bukan nya membuat dirinya menunggu sampai puluhan menit. Ini salahnya j

