Dua puluh dua

1817 Words
Bell pulang berbunyi. Membuat semua murid bersorak kesenangan. Mereka sudah pening dengan pelajaran sekolah, dan ingin segera pulang dari tempat ini Semua murid membereskan bukunya, dan memasukkan nya kedalam tas. guru yang ada di depan pun sudah pergi keluar kelas Kayla menatap Arsha yang sedari tadi hanya melamun. sehabis istirahat gadis itu melamun, sampai sekarang. ntah ada apa dengan gadis itu Menyenggol sebelah lenggang nya, agar menyadarkan lamunan Arsha. “Arsha, balik woyy. Ngelamun mulu lo” teriak Kayla Gadis itu mengerjap kaget. Mengedarkan pandangan sebagian murid sudah keluar. dan dirinya masih saja duduk belum memasukan buku dirinya “Udah selesai?” “Udahlah, itu orang-orang pada udah balik. Dari lima menit yang lalu” jawab Kayla Arsha terkejut, mengapa dirinya tidak bisa pokus. Sialan Ia langsung berdiri dan membereskan bukunya. dan melangkah menyusul Kayla, dan Rayna yang menunggunya di depan pintu “Ngelamunin apaan lo Sha? lo pasti di tembak'kan sama kak Arga?” tebak Kayla asal Gadis itu menggeleng, “Siapa yang ngelamun? aku gak ngelamun kok” “Hilih. Sok sok an mau pendem sendiri lo Sha. cerita aja kalo lagi ada masalah sama kita. Siapa tau, kita bisa bantuin lo nyari Solusinya” Rayna berucap. Dan di angguki oleh Kayla “Hooh tuh bener! kita kan temen!” Arsha tersenyum tipis, “Gak ada masalah kok. Tenang aja” jawab Arsha sambil menatap kedua gadis itu Kayla, dan Rayna hanya mengangguk-angguk paham, jika gadis itu tidak ingin bercerita tidak bisa di paksa untuk bercerita kepadanya bukan? “Kalo gue cerita nanti kalian malah ninggalin gue..” Arsha membatin sambil berjalan berdampingan dengan mereka *** “Bang Ugos, kemarin Iyan ketemu sama cewek cantik di pantai” ucap anak kecil itu kepada Vurgos selaku guru buayanya “Wihhh, terus lo pintain nomor nya kagak cil?” Bryan langsung menggeleng, “Nggak. kemarin baru mau minta tapi cewek nya udah kabur duluan gara-gara bang Al teriakin nama Iyan.” jelas bocah itu Semua yang ada di sana terkekeh mendengar cerita dari bocah lima tahun itu “Si Al mah emang nyeremin. Dia teriak aja langsung kabur tuh cewek” ejek Reza seraya tertawa terbahak-bahak Orang yang menjadi bahan gosip, hanya melirik sinis Bryan, dan Reza. Ia juga terheran, kenapa gadis yang kemarin lari saat dirinya mendekati Bryan? apakah ia se menyeramkan itu? “Makanya jangan datar-datar amat tuh muka Boss. Cewek aja langsung kabur denger suara lo!” “Yang lain pada kemana?” tanya Alex. Ia melihat hanya ada Gavin, Reza, serta Vurgos. “Jalan sama ceweknya Al” jawab Gavin Lelaki itu hanya mengangguk-angguk. Tumben sekali Vurgos tidak ikut seperti yang lain “Tumben gak ikut juga lo Gos?” Vurgos mendongak, dan menatap Alex sambil memangku Bryan Ia hanya tersenyum tipis, lalu menggeleng. Alex mengernyitkan dahinya. “Kenapa?” “Bingung mau ngajak yang mana” jawabnya lesu Vurgos sendiri bingung memilihnya. Yang satu ngajak kesini, yang satu ngajak kesitu. jadinya kan bingung. Lebih baik dirinya tidak mengajak siapapun Alex ber'oh ria mendengar hal itu. Itu lah efek samping menjadi fakboy. Ia beralih menatap Bryan dan memanggilnya “Yan, ayo pulang. Bunda udah nunggu di rumah” Bryan mendongak dan langsung mengangguk. *** Sedangkan di tempat lain, tepatnya di dalam kamar Arsha. Dirinya sedang belajar, namun ketahuilah bahwa dirinya tak bisa pokus sama sekali. Jemarinya mengetuk-ngetuk meja, matanya terus melihat tulisan yang ada di buku paket. Tapi otaknya memikirkan cerita Arga tadi Dari mulai masakan yang di bawa oleh Arga, ceritanya. kenapa masakan itu terasa sangat tak asing? masakan itu mengingatkan dirinya pada dia. Beban pikirannya terus bertambah. ia belum menemukan foto itu. dan sekarang otaknya malah berpikir bahwa— ah sudahlah. Tok tok tok Suara ketukan pintu terdengar, ia menatap kearah pintu. Pasti itu Adit. “Masuk aja Kak” teriaknya Adit pun membukakan pintu dengan membawa nampan berisi makan malam. gadis itu belum turun sedari pulang sekolah. “Kenapa gak kebawah?” Tanya Adit setelah menaruh nampan tersebut di meja Arsha langsung menengok jam, ia cukup terkejut karna sudah menunjukan pukul 21.00 Selama itu kah dia memikirkan hal tadi siang “Sorry, lupa kak” jawabnya Lelaki itu menghembus napasnya, lalu ia berjalan ke arah meja belajar milik gadis itu “Lo boleh ambisius dalam belajar. Tapi, lo gak boleh sampe telat makan. Sampe lupa akan segalanya Sha” ucap Adit di samping gadis itu Arsha mengangguk pelan “Maaf kak” Adit mengacak-acak rambut milik gadis itu “Lagi ada yang di pikirin ya?” tebak lelaki itu tiba-tiba Arsha gelagapan, dan menggeleng cepat. “Nggak! Gue cuman mikirin pelajaran aja kak” alibinya Lelaki itu mengangguk-angguk Arsha menatap Adit, “Gak keluar lo sama cewek lo kak?” Adit menggeleng “Kenapa? Kan ada pasar malem noh di sekitar sini” “Biasa. marahan” jawab Adit malas Memang Alya dan dirinya sekarang sedang marahan dan tidak berkomunikasi sama sekali. Adit sudah berusaha untuk membujuk gadis itu, namun Alya hanya acuh Gadis itu Mengangguk-angguk paham. “Makan dulu, abis itu lo istirahat. Udah cukup belajar nya. Besok di lanjut lagi” Arsha langsung menurut, dan menutup bukunya. Ia berjalan mengambil nampan, dan duduk di kursi belajar, dan mulai memakan makan malamnya. Lelaki itu berdiri, dan berjalan ke arah pintu Tiba-tiba saja Arsha berucap yang membuat Adit berhenti melangkah “Btw kak. Pacar lo cantik. Tapi, masih cantikan gue” ucapnya dengan pede Adit memutar bola matanya malas, lalu ia berjalan keluar. Dan menutup pintu kamar gadis itu *** “Kenapa lo Al? Muka lo kayak orang stress” celetuk Vurgos yang sedaritadi memperhatikan gelagat lelaki itu Dan aneh juga, lelaki itu tak seperti biasanya. Biasanya Alex tidak akan pernah mau ke warung babeh di pagi hari seperti ini Lelaki itu melemparkan botol kaleng minuman soda, sudah lebih dari 3 kaleng soda yang lelaki itu minum “Bingung gue” jawab Alex dengan suara lesu Semuanya langsung mengalihkan antesinya ke arah Alex. “Bingung Nape lo?” “Nyokap minta gue bawa pacar ke rumah. Besok” jawab Alex Hening. Tiba-tiba saja mereka tertawa terbahak-bahak. Jadi itu alasan lelaki itu tidak pokus dari beberapa hari yang lalu. Alex menatap keenam temannya dengan tatapan heran, kenapa mereka malah tertawa? “Gue kira apaan Al. HAHAHA” “Bantuin cari solusinya. Bukan malah ketawa” Alex menatap mereka dengan dingin Semuanya langsung terdiam, karna di tatap maut oleh Alex seperti itu tanda bahaya. Mereka harus serius Denis terbatuk pelan setelah mendapatkan solusinya. “Ekhem, ekhem. Gue ada solusinya Al! Tapi terserah lo mau ngelakuin apa kagak. kalo udah mepet gini sih harus nya lo gak ada pilihan laen buat lakuin hal ini” ucap Denis dengan serius “Apaan, buru?” tanya Alex yang sudah prustasi. Ogah banget dia jika di kenalkan dengan anak teman Vina. Dan berakhir di jodohkan dengan dia. Membayangkan nya saja ia sudah geli sendiri “Lo cari pacar pura-pura aja.” jawab Denis membuat semuanya spontan melonggo “Maksud lo?” Alex masih belum mengerti dengan yang di sampaikan oleh Denis “Lo cari cewek, terus lo minta sama dia buat jadi pacar pura-pura lo. Dan besok lo bawa ke rumah. kalo udah selesai lo sama dia udahan aja” jelas Denis. Alex terdiam menimang-nimang solusi dari Denis, memang cara itu bisa menyelamatkan nya. Tapi siapa yang harus jadi pacar pura-pura nya? “Nah! Iya tuh Al, pake aja solusi Denis. Waktu lo mepet juga kan?” “Setuju gue!” ucap mereka Alex menghela napas, “Tapi siapa?” “Lauren! Dia kan deket sama lo!” “Dih kesenangan dong dia” celetuk Reza. “Kalian lupa kalo nyokap gue gak suka sama Lauren? Langsung di jodohin gue paginya.” jawab Alex Semuanya langsung terdiam, hampir saja mereka melupakan satu fakta itu Alex berdiri dan membayar minumannya, “Gue duluan.” pamitnya “Kemana lo?” “Perpustakaan!” “Iya dah, sono lo mah pacaran aja sama tulisan” celetuk Reza kurang ajar *** “Kayla! Mintol. Bola nya lempar sini lagi!” teriak Denis kepada Kayla, Rayna, dan Arsha yang menatap bola yang tadi jatuh ke arah mereka Saat ini geng inti geng Levator sedang latihan basket. Sedang istirahat juga kan, tidak ada yang memakai nya lebih baik mereka latihan Tadi ketiga gadis itu sengaja turun ke lapangan agar melihat para lelaki itu bermain bola basket. Terutama Rayna yang pasti selalu ada menonton dan menyemangati kekasihnya Karna bolanya tepat di bawah kaki Arsha, gadis itu mengambil dan melemparkan nya ke arah mereka. Tangan Denis sudah di udara untuk menangkap bola basket itu. namun, bolanya terlalu tinggi dan jauh sehingga mengenai salah satu cowok di sana. Duk! Bola basket itu tepat mengenai tengkuk Alex. Lelaki itu meringis pelan, lalu membalikan badannya dan mencari siapa yang melempar bola basket itu. Sialan! Padahal dirinya tidak terlalu keras melemparkan bola itu. Kenapa bisa sampai mengenai kepala lelaki itu Bahaya dirinya! Apalagi tampang lelaki itu yang sangar membuat dirinya kembali menelan ludah “Anjing!” ringis Alex “Sha, mampus” ucap Kayla pelan. Dalam hatinya ia pun ketakutan “Duh, gimana ini Kay. Aku gak sengaja” Arsha sudah gemetaran “Minta maaf Sha! Cepetttt!” “Maaf kak aku gak sengaja!” teriak nya. Lalu ia berlari meninggalkan area lapangan. Dirinya tak mau menjadi pusat perhatian Murid-murid yang lain “Si Arsha kenapa kabur lagi tuh bocah! gue yang kena nantinya!” Kayla merutuki Arsha yang sudah kabur tak terlihat Alex sempat melihat Arsha yang tak sengaja melemparnya tadi. ia menerbitkan senyuman smirk nya. Lihat saja, gadis itu akan ia beri pelajaran. Sudah melemparkan nya bola, minta maaf tidak sopan. Karna langsung pergi *** “Kak sumpah, aku minta maaf soal tadi. Aku gak sengaja” sudah beberapa kali Arsha mengucapkan seperti itu di depan Alex Tadi dirinya tiba-tiba saja di seret oleh lelaki itu. dan di bawa ke taman Arsha sendiri sudah berkeringat panas dingin. karna Alex tidak meresponnya sama sekali. “Aku permisi ya kak” pamitnya. Dari pada dirinya lama-lama berdiam berduaan di sini bersama Alex sangat tidak baik Lagipula dirinya sudah meminta maaf. Tidak ada salahnya dirinya akan pergi Baru satu langkah, tangannya di cekal oleh lelaki itu. “Siapa yang nyuruh lo pergi?” Glek! Arsha menelan ludahnya. Bagaimana ini? Gadis itu menunduk dan menggeleng pelan. Alex menatap gadis itu dengan intens. ada rasa ragu juga di dalam hatinya Ia menghela napas, “Lo mau gue maafin?” Arsha langsung mengangguk cepat “Lo harus turutin perintah gue” “Iya kak! Apapun itu, aku pasti lakuin” Alex tersenyum tipis, “Oke, lo harus jadi...” lelaki itu menjeda ucapannya dan berdiri di hadapan Arsha “Jadi?” Gadis itu mendongak menatap Alex dengan tanda tanya Memajukan wajahnya, dan mendekatkan ke arah telinga gadis itu. “Jadi pacar pura-pura gue” bisiknya. Arsha terdiam mematung. Apa katanya? Jadi pacar pura-pura? “Gua gak butuh jawaban lo” sambungnya lagi Lalu lelaki itu pergi meninggalkan nya yang masih terdiam Tbc.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD