13. Jangan Takut

1562 Words

Tenggorokanku terasa sakit karena berteriak dengan keras, tapi sepertinya tidak ada satu pun yang mendengar karena tempat ini begitu jauh di dalam hutan dan para prajurit dan Kaisar sedang dalam penyerangan yang mungkin jaraknya cukup jauh dari tempat ini. Napasku memburu karena ketakutan, api sudah menjalar hampir sebagian tenda dan aku tidak memiliki jalan keluar untuk melarikan diri. Jalan satu-satunya hanya kenekatan untuk menerobos api yang sedang berkobar itu. Mataku dengan cepat melihat ke sekeliling tenda yang sedang terbakar ini, untuk melihat celah mana yang bisa kugunakan untuk melarikan diri. Tapi sepertinya tidak ada celah. Aku memang harus menerobos kobaran api itu, daripada terpanggang hidup-hidup di sini. Ayo berpikirlah Ilona, anggap saja sekarang aku sedang dikepung ol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD