Bab 43

1594 Words

"Makasih, Bik," ucap Naura pada Bik Ina–asisten rumah tangga barunya–yang baru saja menyajikan sarapan pagi di meja makan. "Sama-sama, Non Naura," jawab wanita berumur 49 tahun itu. Bi Ina lalu pamit ke dapur. Di meja makan kini tinggal Aril dan Naura berdua. "Mas Aril, aku boleh nggak ngajak Bik Ina sarapan bareng kita,?" izin Naura. Sebenarnya ia tadi ingin mengajaknya, tapi takut Aril tak mengizinkan. Makanya ia minta izin sekarang. "Tentu boleh, Sayang." Raut wajah Naura terlihat gembira. Wanita itu bangkit dari duduk dan pergi menjemput Bi Ina ke dapur. "Peralatan masaknya di cuci nanti aja, Bik. Kita sarapan dulu bareng-bareng," ucap Naura, membuat Bi Ina menoleh. "Tanggung, Non. Ini udah mau selesai, Bibi sarapan nanti aja." "Di lanjutin nanti aja, Bik. Sekarang kita sarapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD