Bab 42

1032 Words

"Kenapa masih berdiri di situ? Nggak pengen tidur?" Aril yang sudah berbaring di ranjang lantas bertanya pada Naura saat melihat wanita itu hanya berdiam diri saja di kamar, menatap ranjang kosong di sebelah Aril. "Ini mau tidur," balas Naura. "Tapi, aku nggak papa tidur di sini?" tanya Naura. Aril terkekeh. "Nggak papa, Sayang. Memangnya siapa yang larang? Ini juga kamar kamu sekarang. Ayo tidur, ini udah larut." Naura mengangguk, perlahan ia naik ke ranjang. Wanita itu tidur memunggungi Aril. Aril menggeser tubuhnya mendekati Naura lalu memeluk istrinya itu dari belakang. "Aku sayang sama kamu. Jangan pernah tinggalin aku lagi, ya," tutur Aril dengan nada serius. Ia merasa takut kehilangan Naura lagi. Naura tersenyum tipis lalu mengelus lengan suaminya yang melingkar di perutnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD