Naura dan Aril akhirnya sampai di Jakarta. Naura memasuki rumah lebih dulu, sedangkan Aril masih di luar, sedang mengeluarkan koper dari bagasi mobil. Naura menatap ke setiap sudut ruangan. Sudah empat bulan ia pergi, tetapi kondisi rumah ini masih tetap sama, tak ada yang berubah. Pandangan Naura lalu tertuju pada Aril yang baru saja memasuki rumah sambil menarik dua kopernya. Naura berjalan mendekatinya. "Biar saya bantu, Mas Aril." "Nggak perlu, saya bisa sendiri," jawab Aril sambil tersenyum. Pria itu menuju tangga, hendak ke lantai atas. "Mas Aril, koper saya mau dibawa ke mana?" tanya Naura. Aril berhenti melangkah, ia meletakkan kedua koper itu di dekat tangga lalu mendekati Naura. Pria itu berdiri di hadapan Naura dan menangkup pipi istrinya itu. "Mau saya bawa ke lantai atas

