Bab 22

1532 Words

Suara azan subuh membangunkan Naura dari tidurnya. Wanita itu mengambil posisi duduk dengan kesadaran yang sepenuhnya belum kembali. Ia mengucek-ngecek matanya. Saat pandangannya sudah jelas, ia dibuat terkejut karena kamar yang ia tempati saat ini bukan kamarnya. "Kenapa aku bisa ada di sini? Aku inget banget kalau semalam aku tidur di kamar aku." Kamar yang Naura tempati saat ini adalah kamar yang berada di lantai atas. Mendadak wajahnya tegang, terlihat ketakutan. Tidak mungkin Aril yang memindahkannya ke sini karena pria itu ada di London. Apa mungkin semalam rumahnya kemasukan maling? Naura mengecek pakaiannya, syukurlah masih utuh melekat di badannya. Berarti maling itu tidak melecehkannya. "Jika bener maling dia masuk dari mana? Semua pintu dan jendela rumah udah aku kunci. Dan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD