Kepala Naura terus menoleh ke sana ke mari, mencari taksi yang Aril tumpangi tadi. "Sebenarnya kita mau ke mana, Mbak?" tanya tukang ojek pada Naura. Wanita itu memilih mencari Aril dengan naik ojek agar ia lebih leluasa mengamati mobil-mobil yang ada di jalan raya. "Jalan terus aja, Mas," jawab Naura, sebenarnya ia tidak tahu harus ke mana. Air mata wanita itu merembes keluar. Entah ke mana ia harus mencari Aril. Pria itu tidak boleh meninggalkan rumahnya, ia lah yang seharusnya pergi. Naura juga sudah mencoba menghubungi nomor Aril berkali-kali, tetapi pria itu tidak pernah menjawabnya. Hingga sampai pukul dua siang Naura mencari Aril, tetapi pria itu tidak kunjung ketemu. Wanita itu akhirnya memutuskan untuk ke makan Bu Sandra. "Maafin Naura, Mah. Gara-gara Naura Mas Arip pergi dar

