"Kamu di mana Naura?" Aril menelusuri kota dengan mobilnya. Ia khawatir sekaligus takut jika istrinya itu pergi, bagaimana jika Naura kesusahan di luar sana. Aril menghentikan mobilnya di dekat halte, ia keluar dari mobil lalu menghampiri beberapa orang yang duduk di halte tersebut. Ia mengeluarkan handphone-nya, menunjukkan foto Naura dan bertanya. Mungkin saja ada salah satu di antara mereka yang melihat istrinya. Raut wajah Aril tampak sedih saat orang-orang di halte itu mengatakan tidak ada yang melihat istrinya. Aril kembali melanjutkan perjalanan. "Kamu membuat saya kecewa Naura, kamu mengingkari janji kamu. Kamu pergi meninggalkan saya," guman Aril. Ia merasa frustasi, berulang kali pria itu meraup wajahnya kasar, hidupnya seketika terasa tak memiliki arah karena kehilangan Naura

