Sepasang mata itu menatap sendu pada purnama yang kini bersinar terang. Sorot matanya menggambarkan banyak kerinduan. Di taman samping rumah, Naura kini tengah duduk termenung di bangku yang ada di taman tersebut. Besok adalah hari ulang tahunnya. Biasanya ia akan merayakan hari kelahirannya bersama ibunya. Namun, tahun ini terasa berbeda. Ia merayakannya sendiri. "Naura kangen, Yah, Ibuk," lirihnya lalu meneteskan air mata. Dua tahun yang lalu Naura masih bisa merayakan hari ulang tahunnya bersama ayah dan ibunya, tapi tahun kemaren hanya bersama sang ibu. Dan tahun ini ia sendiri. Aril berdiri di ambang pintu, mengamati punggung Naura yang kini duduk di bangku taman. Ia menghampirinya dan duduk di samping wanita itu. Melihat ada Aril, Naura buru-buru menghapus air matanya. "Tuan, ada

