Hari ketiga Naura mencari kerja. Hampir seharian ia pergi dari rumah hari ini, dari pagi hingga sore, menyusuri kota untuk mencari pekerjaan. Akan tetapi, tidak ada yang menerimanya. Wanita itu kini duduk di halte untuk istirahat sebentar. Lututnya kini terasa sakit karena terlalu lama berjalan. Tidak terasa cairan bening menetes dari pelupuk matanya. "Di mana lagi aku cari kerja? Kalau aku nggak dapat pekerjaan, aku nggak bisa bayar hutang ke Mas Aril, selamanya aku akan menjadi pembantu di rumahnya." Masalah tersebut benar-benar membuat Naura merasa stres. Apakah di dunia ini cuma ia satu-satunya perempuan yang berhutang ke suaminya sendiri dan harus membayarnya? Padahal tugas suami adalah menafkahinya. *** Pukul enam sore Naura tiba di rumah. Wanita itu pulang dengan keadaan lemas, w

