Tertarik

2439 Words
Sepanjang perjalanan sesekali Mr G melirik ke arah Alissa, pria tampan itu diam diam mencuri-curi pandang ke arah Alissa yang dari tadi terus menodongkan senjata api ke arahnya, dalam hati pria itu berpikir kenapa wajah dan karakter suara wanita yang sedang duduk di sampingnya saat ini begitu berbeda seperti ada sesuatu yang aneh. Terbesit sebuah pikiran " apakah dia sedang menyamar ?" tanya Mr G pada dirinya sendiri namun tentu saja hal itu tidaklah cukup untuk mengobati rasa penasaran dalam hatinya sehingga mendorongnya untuk buka suara. " Mau sampai kapan kamu bersikap waspada kepadaku ? apa kamu masih tidak percaya padaku ? meski aku sudah menolong mu ?" kata Mr G membuka percakapan dengan Alissa yang masih saja bersikap waspada dan cuek padanya. ' Kemudikan saja mobilnya " bantah Alissa ketus. " Sebenarnya kamu mau ke mana ? ini sudah lumayan jauh " tanya Mr G " Bawa aku ke jalan Pattimura, setelah itu kamu boleh pergi dan ingat kamu dilarang berbicara pada siapapun" jawab Alissa tegas dengan nada setengah mengancam pada Mr G yang hanya menanggapinya dengan santai. " Apa kamu sedang mengancam, bukannya seharusnya aku mendapatkan tanda terima kasih darimu ?" goda Mr G santai sembari terus mengemudikan mobilnya dengan santai. " Bos kenapa kamu melajukan mobilnya dengan pelan kalau wanita ini mati bagaimana ? " kata Lino menyela dengan ekspresi yang sedikit ketakutan karena melihat Briana diam tak bergerak. " Kita lemparkan saja mayatnya kejalan kalau begitu " jawab Mr G santai. " Bos..., Anda jangan bicara sembarangan wanita ini tidak sudah tidak bergerak bos, dan lagi aku masih terlalu muda kalau harus di penjara." " Aduh ibu......, kenapa kamu harus menyulitkan hidup kami " kata Lino berkeluh kesah pada Alissa. " Siapa yang kamu panggil ibu ? " tanya Mr G pada Lino. " Sudahlah bos tidak usah berbasa-basi untuk menyenangkan aku, apa bos tidak lihat wanita ini adalah seorang ibu ibu tua yang merepotkan! " jawab Lino kesal sambil menunjuk ke arah Alissa. Sontak saja hal itu membuat Mr G langsung tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Briana merasa terganggu sehingga dengan suara pelan namun penuh penekanan menegur Mr G dan membuat Lino kaget. " Oh ya tuhan ...... ! bisakah kamu menghentikan suara tawa itu kepalaku hampir pecah menahan rasa sakit ini " " Jika kalian terus seperti ini aku benar benar akan mati !" maki Briana yang nampak kesal karena sudah di permainkan oleh Mr G dan Alissa sehingga harus membuatnya kesakitan. " Ya ampun nona belum mati ?! syukurlah aku selamat oh ya tuhan aku selamat !!! " teriak Lino kegirangan karena melihat Briana yang masih baik baik saja meski terlihat sedikit lemah. " Ini hanya luka kecil, aku tidak akan mati semudah itu " kata Briana menghibur diri. " Jadi siapakah dirimu ? apakah ibu atau nona aku harus memanggilmu ?" tanya Mr G pada Alissa yang sedikit berkeringat dingin karena bingung sebab kenapa penyamaran dirinya bisa diketahui dengan mudah oleh Mr G, * Sial bagaimana dia bisa tahu ? sepertinya aku harus banyak berlatih trik baru ini sudah kali kedua ada orang yang melihat penyamaran ku * * Tapi pria ini ? siapa dia kenapa bisa tahu ? atau jangan jangan dia juga seorang agen seperti diriku ?* Tanya Alissa pada dirinya sendiri dalam hati, sembari matanya menelisik lebih teliti tentang fisik Mr G yang berotot kekar dan juga tampan. " Apa nona sudah puas menilai diriku ?" celetuk Mr G pada Alissa sehingga makin membuat hati gadis cantik itu malu dan mati langkah karena setiap gerak geriknya bisa terbaca dengan mudah oleh Mr G. " Terserah padamu, aku tidak yakin kalau kita akan bertemu lagi " kata Alissa kesal sembari menyimpan pistolnya kebalik punggung, Ternyata perjalanan mereka menuju mansion tuan muda Emraan sudah sampai meski Mr G dan Lino mengetahui siapa pemilik rumah mewah ini namun mereka hanya bersikap biasa dan memilih untuk diam, Sementara Alissa membantu Briana untuk turun, tanpa mengatakan salam perpisahan kedua gadis cantik itu hanya pergi begitu saja meninggalkan Mr G dan Lino yang masih mengawasi mereka dari dalam mobil. Didalam mobil Mr G berkata kepada Lino, " Cari tahu siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan Emraan " perintah Mr G. " Apa bos berniat untuk mengusik tuan muda Emraan ? " tanya Lino pada Mr G yang masih fokus memperhatikan keadaan Alissa dari jauh. " Aku hanya ingin sedikit bermain bukankah saat ini Emraan sedang mencari informasi tentang stempel istana atis'h ? " tanya Mr G. " Iya anda benar bos ?" jawab Lino. " Kalau begitu kita pancing dia,...... dan terus awasi gadis itu " kata Mr G. " Baik bos " jawab Lino patuh. Kemudian Mr G segera menghidupkan kembali mesin mobilnya setelah dia melihat dari jauh kalau tuan muda Emraan sedang memeluk tubuh Alissa dengan erat. ##### MALAM ..... Berapa jam kemudian hari sudah berganti malam, disebuah bar kecil dengan ditemani musik live performance dari band lokal dan minuman keras di tangan, Maria istri ketiga Mr G sedang mencoba mencari penawar hatinya yang terluka. Selama dia menjalani kehidupan pernikahan dengan Mr G tidak pernah sekalipun Maria mendapatkan sebuah pesan singkat ataupun sebuah panggilan telepon dari suaminya itu, jauh dalam hati Maria juga ingin merasakan sebuah rayuan gombal dari Mr G. Apa salah kalau Maria ingin sedikit berbagi perhatian dengan Mr G, sebenarnya itu hal yang wajar dan lumrah dialami oleh sepasang suami istri tapi kurasa tidak berlaku untuk dirinya karena bukan hanya harus berjuang menaklukkan hati pria bermata hijau itu tapi Maria juga harus bersaing bahkan bertempur dengan istri istri Mr G yang lain. Maria meneteskan air matanya saat melihat foto lama mereka di ponselnya, dengan perasaan berat wanita berambut ikal itu mencoba menelan habis minumannya dalam sekali teguk, Ternyata kondisi yang Maria alami juga sedang Alissa rasakan juga, gadis itu tanpa sengaja mampir ke tempat itu untuk membuang rasa kesal dan jengkel dalam hatinya setelah dirinya usai berdebat dengan tuan muda Emraan perihal misinya. Sepintas kejadian beberapa jam yang lalu berputar kembali di kepalanya secara jelas, Flashback...... " Buka pintunya !" teriak Alissa pada penjaga pintu mansion sore tadi sambil memapah tubuh Miss Briana yang lemas, " Nona Alissa ..... " kata sang penjaga kemudian segera berlari menuju pintu gerbang dan membukanya dengan segera, Para penjaga pintu gerbang itu segera membantu Miss Briana dan membawanya ke ruang perawatan untuk segera mendapatkan pertolongan sementara Alissa berjalan kearah tuan muda Emraan yang sedang duduk santai di bangku taman sambil membaca buku. " Kenapa tuan melakukan ini padaku ?" tanya Alissa langsung pada tuan muda Emraan, " Bagaimana hasilnya, apakah sedikit tes membuat dirimu lelah ?" tanya tuan muda Emraan santai sambil terus membaca buku yang dia pegang sebelumnya. " Tes ? " gumam Alissa tidak percaya. " Iya apa kamu keberatan ? dan ternyata hari inipun hasilnya kurang memuaskan, benarkan ?" tanya tuan muda Emraan balik pada Alissa. " Tapi aku akan memperbaikinya, " kata Alissa. " aku bisa melanjutkan misi yang kemarin ?! " " Apa kamu pikir mereka akan diam saja ? mereka hanya sedang menunggu kapan kamu kembali ." sanggah tuan muda Emraan. " Tapi tuan muda, tuan tahu betul kalau misi kemarin gagal karena ada penyusup, " ucap Alissa membela diri. " Jadi_ apakah hanya karena alasan ini tuan sampai meragukan kemampuan serta kesetiaan ku ? " kata Alissa mengeluh akan sikap tuan muda Emraan yang mulai meragukan dirinya. " Apa kamu ingin berdebat dengan ku !!? " bentak tuan muda Emraan marah. " Aku _ " sehingga membuat Alissa terdiam. " Kemari,...... aku tahu kamu sudah berusaha dengan keras tapi " pinta tuan muda Emraan pada Alissa untuk duduk di sampingnya, " Apa kamu lupa kalau aku tidak suka dengan kegagalan, mengerti! " kata tuan muda Emraan. " Dan aku harap kamu tidak membuatku kecewa bila masih ingin berada di samping ku !" tegur tuan muda Emraan pada Alissa yang terlihat sedih, sambil tertunduk malu Alissa berkata, " Maaf " rintihan Alissa mulai menggema di sekitar tubuh tuan muda Emraan yang memeluknya dengan erat sembari memberi hukuman pada Alissa dengan menusukkan pena kearah punggung Alissa berkali kali dengan kuat. Alissa hanya bisa menggigit bibirnya untuk menahan semua amarah serta rasa sakit jengkel dan kesal dihatinya atas sikap tuan muda Emraan yang kejam padanya, akan tetapi sejahat apapun pria itu memperlakukan dirinya Alissa tidak bisa melawan ataupun menolak karena tubuhnya seperti sebuah boneka dihadapan pria kejam itu. Flashback off........ Kembali ke bar saat kedua gadis cantik itu sedang asik menikmati secangkir kesedihan di hati mereka dengan pahitnya Vodka pada tempat masing masing, tiba tiba datang tiga orang pria pengganggu yang sengaja mendekati Maria dan mulai mengganggunya, Awalnya Alissa hanya mengamati keadaan dari tempatnya duduk, akan tetapi ketika tiga pria kurang ajar itu mulai berbuat kasar dan tidak sopan pada Maria Alissa tidak bisa tinggal diam, meskipun posisi mereka berdua tidak saling mengenal. Alissa meneguk air minumnya dengan kasar sebelum beranjak dari tempatnya duduk saat ini, dengan berbekal satu botol bir yang telah kosong Alissa berjalan menghampiri meja Maria dan tanpa permisi Alissa langsung menyerang ketiga pria kurang ajar itu dengan memukuli mereka menggunakan botol bir yang kosong. Sontak saja keributan pun tak bisa dihindarkan, Alissa dengan gagah berani menghajar ketiga pria kurang ajar itu tanpa ampun hanya dalam beberapa menit saja Alissa sudah berhasil menjatuhkan mereka semua hingga tak berdaya. Saat perkelahian antar Alissa dan ketiga pria kurang ajar itu berakhir Maria terlihat senang dan segera menghampiri Alissa untuk mengucapkan terima kasih, " Hai,...... terima kasih ya karena kamu sudah mau menolong ku " kata Maria, " Aku Maria, apa kamu keberatan kalau kita minum bersama aku ingin mengucapkan tanda terima kasih ?" tanya Maria. " Tidak perlu aku tidak menolong mu aku ..sedang memanfaatkan dirimu " jawab Alissa tegas. " Apa ? apa maksudmu nona ? apa kita pernah bertemu sebelumnya ? " tanya Maria penasaran. " Tidak, tapi sebentar lagi, setelah kita minum bersama aku akan mengenalmu..... " ucap Alissa ceria dengan senyuman manis yang menghias di wajahnya mendapatkan sambutan friendly Maria jadi gembira lalu merekapun minum minum bersama. Dalam waktu sekejap kedua wanita cantik itu telah menjadi teman dekat, Maria tanpa sadar sudah menceritakan kisah hidupnya kepada Alissa, bahkan gadis itu sempat menangis dihadapan Alissa beberapa kali sehingga membuat rasa simpati didalam hati Alissa muncul. Tanpa terasa 3 jam sudah mereka berada di dalam bar, Alissa juga sudah merasa pusing pandangan matanya mulai membayang dan bersendawa beberapa kali, dengan memanfaatkan sedikit kesadarannya Alissa dan Maria saling bahu membahu untuk bisa keluar dari dalam tempat itu, " Hai apa kamu bawa mobil ? " tanya Alissa pada Maria sambil berjalan berdua dengan sempoyongan. " Sepertinya aku membawa supir " jawab Maria " Baiklah ayo kita cari mobilmu agar kamu bisa segera pulang " " Aku tidak mau pulang, aku belum mabuk ! bagaimana kalau kita cari tempat lain untuk minum lagi " pinta Maria sembari berusaha memberontak pada Alissa, " Tidak ! kamu harus pulang kita bisa minum lagi besok " bujuk Alissa. " Apa kamu serius ? apakah itu artinya kita sudah berteman ? aku tidak punya teman sejak di istana.... " ucap Maria sedih dan mulai menangis sehingga membuat Alissa tak enak hati. " Aku adalah temanmu sekarang " jawab Alissa lalu memeluk tubuh Maria erat sejenak, Alissa membantu Maria menemukan mobil pribadinya di parkiran setelah ketemu Alissa membantu Maria untuk masuk kedalam mobil. " Segera antar nona Maria pulang " perintah Alissa pada sang supir. Lalu Alissa pergi meninggalkan mereka, tak berapa lama terdengar suara mesin mobil menyala dari tempat parkir yang artinya Maria segera pergi, saat Alissa sedang berdiri ditepi jalan hendak menyebrang tiba tiba Maria berteriak memanggilnya dari dalam mobilnya, " Hai siapa namamu ?! " teriak Maria menanyakan nama Alissa, " Oh aku _ .... A _ cittt !!!!!! bruk !!! " suara rem mendecit kencang di tengah jalan. Tiba tiba sebuah mobil SUV mewah berwarna merah menabrak tubuh Alissa yang sedang berdiri di tengah jalan, karena panggilan dari Maria sehingga tidak fokus kalau berdiri di area berbahaya, untung mobil itu hanya menyenggolnya sedikit sehingga meski Alissa sempat terjatuh namun dia baik baik saja tidak terluka parah hanya sedikit lecet di lututnya, Sementara kedua pria yang berada di dalam mobil sangat kaget dan juga takut karena baru saja menabrak seseorang, " Lino apa kamu buta ?! " maki Mr G pada asisten pribadinya yang tidak fokus saat mengemudi, " Maaf bos ini bukan salahku wanita itu tiba tiba saja muncul dan aku _" kata Lino memberi alasan. " Sudahlah, ...... sebaiknya kita turun dan mengecek kondisi wanita itu terlebih dahulu, kalau ada apa apa baru kita bahas nanti ! yang jelas kamu harus bertanggung jawab kalau wanita itu sampai mati " kata Mr G sambil keluar dari dalam mobil dan berjalan kedepannya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Sementara Lino hanya bisa mengikuti dengan pasrah, " Oh nona apa kamu baik baik saja ?" tanya Mr G sembari berusaha membantu Alissa untuk berdiri, " Aku baik terima kasih " kata Alissa singkat. " Tapi lutut mu berdarah bagaimana kalau kita ke rumah sakit ? " ajak Mr G menawarkan pertolongan pada Alissa, " Ini hanya luka kecil terima kasih " tolak Alissa secara halus akan niat baik dari Mr G dan berusaha untuk segera pergi dari tempat itu. " Tapi nona ?! " cegah Mr G. akan tetapi saat Mr G hendak berusaha untuk membujuk sekali lagi pada Alissa tiba tiba sebuah suara merdu memanggilnya, " Kak G ! aku senang kakak datang. apa kakak sengaja menjemput ku ? aku tahu kakak tidak marah kan ?" kata Maria yang tiba tiba saja berlari dan memeluk tubuh Mr G erat, Alissa dan Lino yang melihat hal itu hanya bisa terdiam sejenak, Alissa merasakan kalau telepon selulernya bergetar sehingga tanpa berlama lama dia segera pergi dari hadapan Maria dan Mr G. Sementara Mr G yang melihat kepergian Alissa hanya bisa pasrah memendam keinginannya untuk menolong gadis itu, wanita yang sepertinya tidak asing namun berhasil membuatnya tertarik. " Apa kamu baru saja minum minum ? " tanya Mr G sembari memeriksa kondisi Maria yang mulai goyah, " Hanya sedikit,........ kakak tidak marah kan ? " tanya Maria manja. " Tidak, tapi kamu harus pulang " pinta Mr G pada Maria. " Aku ingin kita pulang bersama kak ?" ajak Maria . " Aku masih ada urusan, sebaiknya kamu pulang dengan supir yang sudah aku sediakan " jawab Mr G sembari memberi kode isyarat kepada Kun ( nama sopirnya ) untuk membantu Maria berjalan masuk kedalam mobilnya. Lalu Mr G segera pergi dari tempat itu bersama Lino menyisakan Maria yang makin masuk kedalam kubangan kekecewaan dan juga kesedihan. Maria hanya terdiam membisu di kursi penumpang sembari membiarkan air matanya jatuh dengan deras membasahi pipi,
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD