bc

The Seven Wife Of Mr G

book_age18+
1
FOLLOW
1K
READ
arrogant
dominant
confident
drama
sweet
serious
mystery
discipline
gorgeous
like
intro-logo
Blurb

Alissa Wahid gadis yatim piatu yang sejak kecil selalu berpindah tempat dari satu panti asuhan ke pantai yang lainnya karena masalah kekerasan dan karena ada yang mengaturnya secara diam diam.

Selalu mengalami perlakuan yang buruk membuatnya dirinya acuh terhadap orang lain, sampai suatu ketika sebuah keluarga konglomerat mengambilnya dan menempatkan dirinya sebagai seorang teman sekaligus pelindung bagi tuan muda Emraan.

Alissa dididik dengan sangat keras dan patuh, dia sudah menjelma sebagai wonder woman untuk tuan muda Emraan, sampai suatu ketika tuan muda Emraan memintanya untuk menikah dengan Mr G. seorang pria yang memiliki kepribadian aneh dan misterius demi tujuan tertentu.

Apakah Alissa akan menerima perintah tersebut ? sementara hatinya mencintai tuan muda Emraan , ataukah akan muncul cinta baru diantara Mr G dan Alissa ? lalu bagaimana Alissa harus menghadapi persaingan dengan para istri Mr G yang lainnya ?

Lalu apa sebenarnya misteri yang ada pada Mr G sampai tuan muda Emraan tega mendorong Alissa kedalam kehidupan pria tersebut, lalu bagaimana kalau ternyata misi yang harus Alissa jalankan ternyata mengungkap rahasia tentang identitas dirinya sendiri ? apakah mereka akan menemukan cinta dan kebahagiaan saat semuanya terungkap ataukah akan berakhir ?.

chap-preview
Free preview
Bab 1 Day rain'
Malam itu suasana langit kurang mendukung, sudah sejak sore hari hujan deras mengguyur kota metro itu dengan limpahan air surgawi tanpa henti seolah olah Tuhan ingin menunjukan kuasanya . Sementara dari sebuah gang kecil muncul seorang wanita dengan jas hujan coklat gelap yang berjalan anggun dengan sepatu hak tingginya menuju tepi jalan raya yang ramai oleh mobil mobil yang berlalu lalang, gadis itu menyembunyikan wajah cantiknya di bawah sebuah topi berenda biru yang lebar, masih dengan gaya casual yang sexi menyusuri jalanan yang basah menuju kesebuah hotel yang terletak di sebrang jalan. Gadis cantik itu, Alissa masuk kedalam lobby hotel senyum simpul menghias di sudut bibirnya yang merah merona menggariskan betapa cantik dan seksinya dia malam ini, kemudian segera seorang penjaga pintu membantunya melepaskan jaket hujan yang dia kenakan mengungkapkan keindahan dari balutan busana pesta yang dia sembunyikan, begitu indah dengan warna carrot dengan lengan panjang sedikit berbulu. Petugas jaga itu sejenak terkesima akan kecantikan Alissa lalu menggantungkan jas hujan itu di tempat gantungan jas, " Terima kasih... " ucapnya lirih pada petugas jaga itu. " Sama sama nona, silahkan... " Kemudian Alissa masuk ke dalam lobby hotel dan berjalan menuju ke dalam lift yang kebetulan sudah terbuka dengan berapa orang di dalamnya. Beberapa detik kemudian Alissa sudah berada di lantai 8 di hotel itu seperti para tamu yang lain Alissa keluar dari dalam lift dan menuju ke sebuah lorong selayaknya seorang tamu hotel , Alissa mencoba membaur dengan keadaan sekitar setelah merasa aman barulah gadis cantik itu bergerak cepat untuk mengerjakan misi yang sebenarnya. Alissa masuk ke sebuah ruangan yang didalamnya sedang diadakan sebuah pesta besar lengkap dengan penari perut yang sedang menghibur para tamu undangan, Alisa mencoba mengamati keadaan sekitar dengan berpura-pura menjadi salah seorang tamu di pesta tersebut sembari matanya mencari sang target. Bingo, sebenarnya ini bukanlah misi yang pertama untuk Alissa, entah sudah beberapa kali gadis cantik itu menerima perintah dari tuan muda Emraan untuk melakukan misi seperti ini. karena sejatinya selain menjadi kaki tangan dan pengawal setia dari tuan Emraan Alissa juga merupakan seorang pembunuh bayaran yang siap menghabisi siapa pun yang diperintahkan kepada-nya. Bukan tanpa alasan gadis cantik itu harus menjadi seorang pembunuh berdarah dingin seperti itu, semuanya berawal dari kisah hidupnya yang Malang dan hanya keluarga tuan muda Emraan lah Alissa sedikit mendapatkan kehangatan namun dari sedikit kehangatan itu Alissa harus membayar mahal dengan menjadi seorang wonder woman untuknya. Tatapan matanya begitu tajam kearah seorang pria tampan dan mempesona yang sedang duduk bersama beberapa orang gadis cantik, setelah merasa cukup mengamati Alissa segera meneguk habis air minum yang dibawanya, lalu mulai berjalan dengan anggun kearah pria tampan itu yang tak lain adalah Mr G, Diam diam Alissa mengeluarkan sebuah pisau bedah berukuran kecil namun super tajam yang dia sembunyikan di belakang telapak tangannya yang halus, sejenak tatapan mata Mr G sedikit tertarik pada Alissa yang terlihat menggoda apa lagi tatapan mata mereka berdua yang saling terpaut seolah olah berbicara secara intens. satu sama lain. Ketika jarak mereka berdua hanya tinggal beberapa langkah, tiba tiba seorang pelayan menabraknya dengan keras sehingga membuat pertahanan diri Alissa goyah dan membuat pisau yang awalnya dia sembunyikan terjatuh sehingga membuatnya mati langkah di hadapan Mr G, Tak memiliki peluang akhirnya Alissa mencoba menyerang Mr G secara langsung dan sedikit perkelahian diantara mereka berdua pun terjadi, saat sedang berada di posisi sengit baik Mr G ataupun Alissa yang saling memamerkan kemampuan beladiri masing masing, Ruangan pesta itu mulai ramai tak terkendali, jeritan ketakutan mulai menggema di mana mana keadaan di ruangan itu yang mulai ricuh, dengan munculnya sesosok pria yang tiba tiba datang membawa senjata api dan langsung membidik mereka berdua. Dor dor dor dor dor dorttttttt !!!!!!!. Baik Alissa maupun Mr G langsung melompat kesamping untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri dengan bersembunyi di balik meja bar, Alissa sejenak bersembunyi membiarkan sosok misterius yang menyerang mereka berdua menuntaskan puluhan amunisinya memenuhi ruangan pesta tersebut yang kini telah berubah menjadi ladang pembantaian dengan jeritan ketakutan dari para tamu undangan lainnya yang masih terjebak di ruangan itu. Barulah setelah sedikit mereda Alissa mengambil kesempatan untuk menyerang pria misterius itu dengan memberinya sebuah bogem mentah berkekuatan super cepat dan kuat, sehingga membuat pria misterius itu langsung tumbang kelantai dan tanpa menunggu lama Alissa segera menghabisinya menggunakan pisau bedah miliknya yang berada di lantai. Karena merasa misinya kali ini telah gagal dan sudah di kenali oleh target, Alissa akhirnya memilih untuk segera pergi dari tempat itu dengan terburu buru, sementara Mr G keluar dari dalam tempat persembunyiannya setelah Alissa pergi. Mr G menatap kearah pria misterius yang kini telah mati lalu saat orang lain tidak memperhatikan kondisinya Mr G mengambil dan menyembunyikan pisau bedah milik Alissa yang tertinggal ke dalam saku jas miliknya. 2 hari kemudian. Alissa baru saja pulang berjoging ketempat persembunyiannya saat dirinya dikejutkan oleh keberadaan tuan muda Emraan yang sudah berada di dalam rumah sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi. Sesaat dunia di sekitar Alissa seperti berhenti bergerak kala gadis cantik itu menatap air muka tuan muda Emraan yang serius dan sedikit menakutkan, untuk beberapa detik hanya keheningan yang mengisi ruangan itu, sampai tuan muda Emraan menegurnya. " Kemari, duduk disini .... " pinta tuan muda Emraan pada Alissa sambil meletakkan cangkir kopi yang semula dia pegang ke atas meja, sembari memberi isyarat kepada Alissa untuk duduk diatas pangkuannya. Tuan muda Emraan menatap tajam ke arah Alissa saat gadis cantik itu hanya diam saja dan lebih memilih untuk berlutut dihadapan tuan muda Emraan. " Kenapa ? " tanya tuan muda Emraan kesal sendiri pada gadis cantik yang sedang berlutut di depannya dengan kepala tertunduk. " Maafkan aku tuan, ...... aku pantas mati " jawab Alissa patuh. " Hai, apa yang kamu bicarakan ini hanya sebuah kesalahan kecil. aku sangat khawatir saat mengetahui tentang berita ini, apa kamu terluka ? " tanya tuan muda Emraan. Pria tampan bermata biru itu bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Alissa lalu kemudian membantunya berdiri dan sesaat dia mengamati keadaan tubuh Alissa yang sedikit berkeringat, dengan lembut tuan muda Emraan menyentuhnya..... mengusap wajah dan leher Alissa yang basah. " Apakah kamu terluka ? " tanya tuan muda Emraan sekali lagi sembari menatapnya dengan pandangan yang lebih tajam dan lain. " Iya tuan, saya baik baik saja... " jawab Alissa gugup, Tuan muda Emraan kemudian membantu Alissa berdiri dan menarik tubuh gadis itu masuk kedalam dekapan, mengunci dengan tangan kanannya yang kokoh sementara satu tangannya yang kiri mulai membelai rambut gadis itu perlahan dengan lembut sehingga membuat hati dan tubuh Alissa makin tidak karuan. Jantungnya berdegup kencang dan cepat sementara tubuhnya mulai bergetar hebat saat tuan muda Emraan mulai menciumi leher dan pundaknya yang basah, Alissa hanya bisa pasrah dengan keadaannya sekarang, meski dalam hatinya menolak tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, gadis cantik itu hanya bisa menahannya dengan kuat akan semua rasa yang muncul pada tubuhnya saat ini, " I want you, " bisik tuan muda Emraan di telinga Alissa lembut dan kembali menciumnya dengan rakus membuat Alissa makin tegang. Alissa tahu ini bukan pertama kalinya mereka berduaan dan melakukan sesuatu yang liar, tuan muda Emraan akan menghukum Alissa dengan cara yang paling aneh apa bila dia melakukan sebuah kesalahan. Dulu saat gadis itu baru pertama kalinya dia datang ke rumah tuan muda Emraan, saat itu usianya baru 15 tahun namun bentuk tubuhnya sudah seperti seorang gadis belia yang segar, Alissa masih begitu polos dan tidak memahami apa apa, sampai dia tanpa sengaja mematahkan mainan kesayangan tuan muda Emraan. Sebagai hukumannya Alissa harus rela kehilangan rambutnya karena di cukur paksa sampai habis, Tuan muda Emraan mendorong tubuh Alissa ke dinding, ciumannya kini makin berat dan memburu seperti tidak sabar sementara kedua tangannya berusaha melepaskan baju yang Alissa kenakan, dengan bersusah payah akhirnya tuan muda Emraan bisa menikmati setiap keindahan dari tubuh Alissa secara puas. Alissa hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan berusaha menahan setiap sentuhan hisapan yang tuan muda Emraan tambatkan di setiap inci kulit bagian atasnya yang sudah terbuka tanpa pembatas apapun. Saat keadaan mereka sudah mulai di luar kendali tanpa sadar sebuah kalimat memelas meluncur dari bibir Alissa, " Please stop..... " Tentu saja hal itu membuat tuan muda Emraan kesal dan jengkel sehingga langsung memberi Alissa sebuah tamparan keras di pipinya, tak cukup hanya itu tuan muda Emraan lalu mencekik lehernya dengan kuat sehingga membuat gadis cantik itu hampir mati kehabisan nafas. Untung saja amarah tuan muda Emraan seketika mereda kala melihat Alissa menangis pasrah lalu dengan kasar pria tampan bermata biru itu menghempaskan tubuh Alissa dengan kasar kemudian berbicara, " Aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi, jika berita ini sudah mereda segera kembali ke mansion ada tugas baru yang harus kamu lakukan ! " kata tuan muda Emraan lalu sedikit merapikan rambutnya yang hitam sebelum pergi meninggalkan Alissa. Di istana Mr G. Mr G baru saja keluar dari dalam kamarnya dan bersiap untuk pergi ke kantor, seperti biasa sebelum pergi pria misterius berwajah tampan itu akan menyempatkan dirinya untuk sarapan bersama dengan istri istrinya, Sudah menjadi kegiatan rutin dan konsisten yang berlaku di istana itu, sebab bukan tanpa alasan karena hanya saat sarapan pagi bersama saja yang merupakan kesempatan bagi para istri istri Mr G untuk bisa bertemu dengan suaminya. Mr G memiliki enam orang istri yang semuanya sangat cantik dan dari latar belakang keluarga yang berbeda beda, meski di luar mereka hidup rukun namun siapa sangka kalau yang sebenarnya terjadi persaingan ketat diantara mereka berenam yang selalu berusaha untuk menjadi wanita kesayangan Mr G. " Kakak G, belakangan ini kakak terlihat sangat letih dan juga kurang bersemangat, apakah boleh nanti siang aku mengantarkan sup ginseng untuk kakak ? " tanya Maria istri ke 3 kepada suaminya. " Wah ! sepertinya kak Maria begitu perhatian, apa kak Maria tidak tahu kalau nyonya besar ( panggilan utama untuk istri pertama Mr G, Lili )sudah membuatnya setiap hari untuk kakak G " sanggah Weda istri ke 5 Mr G sambil tersenyum sinis pada Maria. " Tidak apa apa Weda, aku malah senang kalau Maria perhatian kepada kakak G' karena itu merupakan tugas utama seorang istri." jawab Lili lembut. " Tidak perlu ! lakukan saja hal yang kalau sukai untuk sementara ini jangan ada yang kantor, ingat batasan kalian !!" tegur Mr G dengan tegas kemudian segera beranjak pergi dari ruang makan. Melihat kalau suami tercinta mereka sedikit marah membuat semua istri istri Mr G menjadi gelisah dan takut, melihat hal itu Maria dengan berani memanggil suaminya dengan maksud untuk membujuknya dan juga meminta maaf. " Kak G !, kak..... ! aku_" cegah Maria, akan tetapi usahanya sia sia karena Lili langsung menghadiahkan sebuah tamparan keras di pipinya yang putih. " Dasar tidak tahu malu ! masih berani dirimu memanggil nama kak G ! apa kamu tidak sadar kalau sikapmu itu telah membuatnya marah ! hah !!" bentak Lili pada Maria, " Tapi nyonya, aku hanya ingin menunjukan tanggung jawabku sebagai seorang istri dengan memberikan sedikit perhatian khusus kepada suamiku " jawab Maria membela diri. " Tanggung jawab katamu ? apa kamu lupa kalau kak G menikahi dirimu hanya karena dia kasian padamu saja,.... " " Kita semua tahu Kak G menikahi dirimu hanya karena dia tidak mau dibilang sebagai seorang pria yang kejam karena membiarkan sahabat masa kecilnya harus masuk ketempat bordil " maki Lili pada Maria dengan secara terang terangan dan keji menghina Maria dengan cerita masa lalunya yang kelam. " Oh jadi itu sebabnya kak G bilang" ingat batasan dirimu !" ternyata .... ? " cibir Weda pada Maria dengan pandangan menghina sehingga membuat semua istri istri Mr G yang lainnya ikut menertawakan Maria, Maria hanya bisa tertunduk diam dirinya sangat malu dan juga sakit hati karena direndahkan oleh nyonya besar selaku istri pertama Mr G dan juga pandangan hina dari istrinya yang lain, karena sudah merasa tidak kuat menahan kesedihan akhirnya Maria lebih memilih untuk pergi dari ruang makan dengan mencoba menahan diri agar tidak menangis dihadapan mereka semua. " Ini juga peringatan untuk kalian semua jangan berfikir untuk berbuat lebih baik dari pada aku di hadapan kak G! kalau tidak ingin hidup kalian susah, mengerti !!" ancam Lili tegas kepada istri istri Mr G yang lainnya. " Baik nyonya besar ... " jawab mereka semua yang ada di meja makan dengan patuh .

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

The Golden Lycans

read
46.6K
bc

The Rejected Mate

read
1.9M
bc

My Biker Stepbrother, My Ruin

read
24.2K
bc

Winter's Mate: Fated on Ice

read
7.8K
bc

Hate Should Be A Hockey Term

read
3.0K
bc

Made To Be Broken - The Boston Hawks Hockey Series

read
179.2K
bc

Varsity Bad Boy Series

read
225.7K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook