DI MINTA JADI ISTRINYA.

2513 Words
Sudah lebih dari 30 menit Alissa berusaha untuk fokus saat melakukan latihan beladiri di sasana yang berada di belakang rumah besar tuan muda Emraan namun lagi lagi pikirannya tidak bisa fokus untuk berlatih. Alissa sangatlah kesal sebab bayangan dari pria tampan bermata hijau samudra itu selalu muncul di benaknya, Alissa tidak bisa berpikir dengan jernih kenapa bayangan pria itu selalu menghantuinya. memang belakangan ini takdir mempertemukan mereka secara kebetulan untuk beberapa kali sehingga membuatnya tidak nyaman, Alissa masih berusaha untuk menepis semua pikirannya yang mulai menjalar kemana mana bahkan ada satu sisi dari tubuhnya yang ingin mencari tahu tentang pria itu, * Sial ! brengsek ! * umpat Alissa kesal. Alissa hanya bisa membayangkan wajah pria itu tanpa tahu siapa nama dan di mana alamatnya sebab ketika mereka bertemu mereka selalu berada dalam keadaan yang sukar dijelaskan, Alissa menghentikan latihannya lalu duduk di lantai dengan malas, * Ada apa denganku kenapa belakangan ini performa ku menurun, sial kalau begini terus aku bisa kehilangan kepercayaan tuan muda Emraan * keluh Alissa dalam hati. Alissa beranjak berdiri dan berjalan keluar dari sasana untuk menuju ke kamarnya, akan tetapi sebelum itu Alissa masuk kedalam dapur untuk mengambil air minum dan meneguk beberapa kali. " Selamat pagi nona ? " sapa seorang pria paruh baya yang merupakan kepala pelayan di mansion tuan muda Emraan. " Selamat pagi Robert,...... apa berita hari ini ?" tanya Alissa pada Robert sambil tersenyum kecil dan duduk di kursi lalu mengambil beberapa potong kue dan memakannya. " Nona bisa melihatnya di TV " jawab Robert lalu balik bertanya " apakah nona mau sarapan ? " " Tidak nanti saja, aku harus menemui tuan muda " jawab Alissa. " Tuan muda Emraan baru saja pergi setelah dia melihat berita terbaru di Tv " jawab Robert. " Berita apa ? " tanya Alissa penasaran. Robert kemudian mengambil remote control yang berada di rak kemudian dia menyalakan TV berukuran sedang yang menggantung di dinding, Alissa sejenak terkesima dengan berita yang sedang berlangsung. Dimana di dalamnya sedang berlangsung sebuah acara talk show bersama seorang Nara sumber yang merupakan pria yang selalu menghantuinya, Mr G . * Pria itu ? * batin Alissa. " Pertanyaan selanjutnya Mr G apakah anda berniat untuk mengembangkan lagi kerajaan bisnis anda di negri ini ? " tanya sang moderator. " Iya ... " " Wah apa anda tidak merasa repot atau kelelahan bila harus mengurus semuanya sendirian ? " moderator. " Tidak karena aku sudah memiliki tim handal yang mengurus semuanya." " Oh baiklah, pertanyaan selanjutnya ini sedikit mengenai urusan pribadi apakah boleh ?" moderator. " Ya, " " Ok, ..... Mr G dimana kita tahu kalau hampir sebagian besar masyarakat kita mengenal anda sebagai seorang pengusaha muda yang sukses dan juga merupakan pria yang memiliki bisnis hampir di seluruh negri ini ," " Anda terlalu memuji " " Kalau boleh tahu anda memiliki banyak wanita di kehidupan anda dan kalau boleh tahu berapa jumlah mereka ? " moderator. " Apa aku harus mengatakannya secara jujur ?" tanya Mr G pada sang moderator. " Ya tentu saja ..... " moderator. " Saat ini aku memiliki 6 orang istri, dan semuanya tinggal bersama denganku di istana atis'h. " Wau.... enam orang istri ? " ulang sang moderator tidak percaya. * ha ha ha ha ha ...... * suara audiens tertawa " Iya ... " jawab Mr G serius. " Apa alasan anda menikahi semua wanita itu ? maaf apakah anda memiliki kelebihan khusus sehingga harus di bantu oleh banyak wanita ?" tanya moderator. " Tidak, aku normal. hanya saja aku terlalu mudah untuk jatuh cinta sehingga daripada aku membuat berita miring karena senang berselingkuh jadi aku memutuskan untuk menikahi mereka semua dengan demikian mereka akan mendapatkan hak yang sama dariku ?" jawab Mr G beralasan. " Lalu apakah saat ini istri istri anda sudah ada yang hamil ?" moderator. " Belum...... " " Oh begitu, lalu kira kira kepada siapa anda akan menjatuhkan ahli waris untuk semua kekayaan yang anda miliki saat ini ?" " Aku akan memberikan stempel kepemilikan seluruh aset istana atis'h kepada salah seorang istriku bila sampai akhir aku tidak bisa memiliki keturunan. " jawab Mr G. " Satu pertanyaan lagi Mr G apakah masih ada kemungkinan untuk menambah istri lagi ?" tanya moderator. " Semua bisa terjadi......., apa anda tertarik untuk mencoba menjadi istri saya selanjutnya ? " tanya Mr G balik menggoda moderator yang merupakan wanita yang cukup cantik dan dewasa. * Ha ha ha ha ha ha ha * Seketika seluruh studio itu menggema karena suara tertawa terbahak-bahak setelah mendengar jawaban Mr G. " Ih dasar pria tidak tahu malu sudah punya enam istri masih juga mau nambah " keluh Alissa kesal sendiri sembari mematikan tv. " Menurutku itu hal yang wajar, apalagi Mr G adalah orang kaya raya dan juga tampan tentu saja masih banyak wanita yang tertarik padanya " sanggah Robert. " Menurutku dia biasa saja, lebih tampan juga tuan muda Emraan,...... " puji Alissa pada sosok fisik tuan muda Emraan yang sebenarnya sudah lama Alissa kagumi dan sukai sejak lama secara diam diam. PERUSAHAAN EMRAAN CORP. Tuan muda Emraan baru saja sampai di kantor tempatnya bekerja saat salah seorang bawahnya datang untuk melapor. " Selamat pagi tuan muda ? " " Katakan. ?" " Baik, menurut berita yang berhasil saya kumpulkan kalau saat ini Mr G sedang menyelediki keberadaan seorang wanita yang menurut kabar kalau wanita itu sering terlihat di mansion tuan " kata Dio Martin salah seorang kepercayaan tuan muda Emraan. " Apa kamu yakin ?" tanya tuan muda Emraan memastikan apakah dugaan sementara itu benar. " Saya sudah mengeceknya tuan dan sepertinya itu benar " kata Dio Martin menyakinkan. " Cari tahu jadwal kegiatan terdekat dari Mr G Minggu ini jika memang benar maka tidak ada salahnya kita memberi jalan untuknya bertemu dengan wanita itu ?" perintah tuan muda Emraan pada Dio Martin bawahannya. " Baik tuan,..... permisi " kata Dio berpamitan untuk melaksanakan tugas yang baru saja di terima, Selepas kepergian Dio Martin dari ruang kerjanya tuan muda Emraan kemudian pergi dari tempat itu menuju markas besar miliknya, selain sebagai seorang pengusaha tuan muda Emraan juga merupakan seorang mafia yang menjalankan beberapa bisnis ilegal dengan nama " LAST VICTIM " Saat tuan muda Emraan tiba di markas besar LAST VICTIM miliknya dengan di dampingi oleh dua orang penjaga dan asisten pribadinya, di ruang tengah tempat itu sudah ada beberapa orang termasuk Alissa. " Tuan muda Emraan duduk di sebuah sofa yang berada di sisi kanan ruangan itu, dengan gaya bak penguasa tingkat tinggi dihadapan seluruh anak buahnya, " Alissa ? " panggil tuan muda Emraan sembari memberi isyarat kepada Alissa untuk mendekat ke arahnya. " Ya tuan .... " jawab Alissa patuh lalu segera berjalan mendekati tuan muda Emraan dan segera duduk di atas pangkuannya, Alissa mengambilkan sebatang cerutu termahal dari sebuah kotak penyimpanannya kemudian memberikannya kepada tuan muda Emraan dengan mesra. " Apa agenda hari ini" tanya tuan muda Emraan pada anak buahnya, " Maaf tuan agenda hari ini sedikit mengalami perubahan sebab ada salah seorang anggota kita yang berkhianat tuan, ...... " jawab Unay. " Apa maksudmu Unay ?" tanya tuan muda Emraan ingin penjelasan secara rinci. " Kami batal mengirimkan senjata ke daerah S karena Operasi bocor dan saat kami hendak menyergapnya dia sudah berhasil kabur duluan tuan " " Kami hanya berhasil menangkap kekasihnya saja " jawab Unay menjelaskan. " Dimana sekarang dia berada ?" tanya tuan muda Emraan pada Unay . " Dia berada di dalam kamar tuan." jawab Unay segan sebab harus melihat kelakuan tuan muda Emraan yang tanpa malu malu ataupun risih yang sedang sibuk bergerilya ke seluruh tubuh Alissa dengan bebas. " Bawa dia ke mari " perintah tuan muda Emraan pada Unay, " Kamu sangat harum hari ini ,....... " rayu tuan muda Emraan pada Alissa sembari tangannya membelai rambut gadis cantik itu dengan lembut dan mengecupnya ringan. " Ikutlah denganku nanti ada yang ingin aku katakan pada mu ?" " Baik tuan " jawab Alissa singkat. " No ! no ! lepas ..... lepas !!! dasar brengsek ! lepas " maki seorang wanita yang terlihat melawan dan meronta-ronta saat Unay dan penjaga lainnya memaksa gadis itu untuk menghadap ke hadapan tuan muda Emraan. " Kalian pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal ! kenapa kalian membawaku kemari ?!" tanya Sofi marah pada Unay dan saat dirinya melihat tuan muda Emraan Sofi seketika terdiam. " Jika kamu memberi informasi tentang pacarmu maka kamu akan bebas ?" " Dimana dia Saldi ? " tanya tuan muda Emraan lunak. " Aku tidak tahu tuan,..... aku bersumpah aku tidak tahu dimana dia sekarang. aku mohon tolong lepaskan aku aku tidak ada hubungan apapun dengan urusan kalian ...." " So please let's me go ! aku bersumpah aku tidak tahu " jawab Sofi ketakutan sehingga membuatnya tidak bisa menahan diri untuk menangis' " Last change .... where is he " tanya tuan muda Emraan sekali lagi meski kali ini nada bicara tuan muda Emraan biasa saja tapi makin membuat sofi ketakutan dan putus asa. Wanita berkulit kuning Langsat dengan rambut sebahu itu hanya bisa tertunduk sambil terisak-isak, dirinya menyesal karena telah menjalin hubungan dengan pria yang salah sehingga mengantarnya pada bahaya, " Aku tidak tahu tuan....... aku bersumpah. aku tidak tahu please ..... aku mohon please..... " Sofi menggibah pada tuan muda Emraan. "Apa kamu ingin membuat perjanjian dengan ku ?" tanya tuan muda Emraan. " Jika kamu bersedia melakukan apapun yang aku minta maka aku akan membebaskan dirimu, bagaimana ?" " Iya .... " jawab Sofi pasrah. " Sayang pukul dia 20 kali " pinta tuan muda Emraan pada Alissa, " Apa _ a _ apa tuan kenapa kamu berbohong anda bilang kalau anda akan membebaskan aku, lalu_ a!!!!!! " teriak kesakitan Sofi saat Alissa tiba tiba saja langsung menghadiahkan sebuah bogem mentah kearah wajah Sofi, Sebuah tanda merah mulai membekas di wajahnya dengan di bantu oleh Unay dan penjaga lainnya yang menahan tubuh Sofi Alissa berhasil menghajar wajah gadis itu tanpa ampun, Jerit kesakitan dan rintihan kematian yang menggema di tempat itu Selaksa sebuah alunan merdu dan sebagai penutup sebuah tendangan bebas berhasil melemparkan tubuh Sofi keatas lantai, hingga membuat wanita berkulit kuning Langsat itu jatuh terkapar bersimbah darah dan tak sadarkan diri. " Bereskan semuanya dan cari tahu keberadaan Saldi lalu hubungi negara S katakan pada mereka kalau kita akan mengubah rute pengiriman barang yang baru. " Tuan muda Emraan bersiap untuk pergi setelah memberikan perintah kepada Unay dan sejenak pria itu menatap kearah tubuh Sofi yang terkapar tak berdaya, " Habisi dia " kata pria tampan berhati kejam itu lalu segera berjalan pergi dari markas LAST VICTIM dengan di ikuti oleh Alissa. Tuan muda Emraan meminta asisten pribadinya untuk pergi terlebih dahulu sementara dia dan Alissa pergi menuju ke sebuah tempat terpencil yang biasa mereka kunjungi saat berbagi rahasia sewaktu kecil dulu, ISTANA ATIS'H....... Suasana di dalam kamar pribadi nyonya besar terlihat sangat tegang, Lili istri pertama Mr G baru saja mengamuk karena kesal setelah menyaksikan wawancara suaminya di televisi, wanita itu hanya bisa menggigit bibirnya untuk menahan semua amarahnya yang membahana, Bagaimana mana tidak selama hidupnya menyandang status sebagai istri Mr G, Lili seperti sudah kehilangan kepercayaan diri , jiwa gadis itu harus menjerit keras karena Lili harus mengorbankan banyak hal untuk mempertahankan status sosialnya. Selain bersikap otoriter dan menekan pada istri istri Mr G yang lainnya Lili juga secara diam diam memberikan obat pencegah kehamilan kepada mereka semua agar satu satunya wanita yang bisa memiliki keturunan dengan Mr G adalah dirinya. Namun sayang untung tak dapat diraih malang pun tidak dapat di tolak, setelah mereka menikah sikap Mr G seperti menjaga jarak dengannya bahkan pria itu jarang menyentuhnya, Mr G memang memperlakukan dirinya dengan baik bahkan memberikan semua kemewahan yang menjadi impian semua wanita, hanya saja tidak ada cinta didalamnya. Alissa dan Emraan Suara ranting pohon kering yang terlindas ban mobil mulai menggema saat kendaraan yang ditumpangi oleh tuan muda Emraan dan Alissa memasuki halaman sebuah rumah sederhana di tepi danau, tak selang berapa lama suara mesin mobil itu mati namun tidak ada dari kedua manusia yang berada di dalamnya untuk beranjak keluar. Alissa saat ini hanya bisa mengalihkan rasa tegang bin grogi saat ini dengan melemparkan pandangan matanya keluar melihat rimbunnya pepohonan yang berada di seberang danau, sementara untuk tuan muda Emraan sendiri hanya sesekali memperhatikan gestur tubuh Alissa yang terlihat menggoda dan mulai membangkitkan gairah dalam tubuhnya. " Alissa,..... " panggil tuan muda Emraan resah " Ya tuan ?" jawab Alissa spontan. Kedua insan itu saling menatap dan tuan muda Emraan mulai mengulurkan tangannya untuk membelai dan mengusap pipi Alissa dengan lembut beberapa saat, " Apa kamu masih ingat tempat ini ?" tanya tuan muda Emraan pada Alissa yang terlihat tegang dan resah, Alissa hanya menundukkan kepalanya saat tuan muda Emraan memeluknya erat dalam sejenak. Alissa melepaskan pelukannya dan menatap kearah pria tampan yang sedang duduk di hadapannya saat ini dengan sendu lalu berkata " kenapa tuan membawaku ke tempat ini ?" " I Miss you " ucap tuan muda Emraan dan langsung mengecup bibir ranum Alissa dengan lembut karena tidak mendapatkan penolakan tuan muda Emraan makin mempererat ciumannya dan secara perlahan-lahan menarik tubuh Alissa untuk bangkit dan duduk diatas pangkuannya. Alissa seperti tersihir oleh ciuman yang diberikan oleh tuan muda Emraan dan secara refleks menghisap bibir bawahnya dengan rakus, lalu mereka seperti mendapatkan gelombang elektromagnetik yang sangat panas hingga membuat kedua insan muda itu merasa tak sabar untuk segera menikmati hidangan yang disediakan. Baik tuan muda Emraan atau Alissa sama sama tak sabar untuk segera membuang semua pembatas yang ada di tubuh mereka, pelukan erat dan ciuman memburu mulai bergerak menyusuri tiap lekuk dan lehernya yang jenjang di tambah beberapa remasan gemas pada kedua buah surgawi itu membuat Alissa hilang kendali, Tuan muda Emraan sangat piawai dalam memainkan perannya saat menjamu tubuh Alissa secara ini bukanlah sek pertama kalinya bagi mereka, akan tetapi di tempat ini adalah kali pertama Alissa memberikan kehormatannya kepada tuan muda Emraan saat dirinya lulus ujian. Merasa tempat mereka berada saat ini sangat tidak nyaman untuk berinteraksi secara fulgar maka tuan muda Emraan menghentikan ciumannya dan secara naluriah memberikan instruksi kepada Alissa untuk keluar dari dalam mobilnya, Selayaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta kedua sejoli itu lari bahagia sembari bercanda masuk kedalam rumah itu dan kembali bermesraan, tuan muda Emraan mulai melepaskan seluruh pakaiannya dan Alissa dengan tidak sabar sembari beberapa kali berciuman dan berjalan masuk kedalam kamar lalu adegan absur pun mulai terjadi di tempat itu. Suara burung dan belalang yang berterbangan kalah keras dan memburu dengan suara erangan kenikmatan yang keluar dari mulut pasangan itu, adu gabrut yang sedang mereka lakukan secara rutin dan suka rela makin menambah gairah seks mereka berdua, Entah Alissa tak berhenti meracau dan menjerit kecil ketika tuan muda Emraan mulai mengobrak-abrik isi lorong surga milik Alissa dengan gagah, setelah melakukan perlawanan dan pertempuran panjang hingga membuat keduanya hampir kelelahan akhirnya tembakan penutup berhasil di layangkan dan tumpah keluar membasahi alas tempat tidur. Tuan muda Emraan menarik nafasnya panjang sambil merebahkan tubuhnya di samping Alissa dan memberinya sebuah kecupan manis sebelum mereka tertidur karena kelelahan.zsssddd
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD