Bab 5 Broken .

1935 Words
** Ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah Ah ya tuan oh my ah ah ah ah please oh ya enak enak ya ya Apa em Apa katakan apa kamu suka Oh barangmu sungguh enak Ya ya lebih dalam lebih kuat oh ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah tuan oh ** " Alissa ! Alissa .... Alissa hai kamu kenapa ? " tanya tuan muda Emraan pada Alissa yang terlihat bengong. " Apa ? .... maaf tuan ? " gumam Alissa tidak jelas, bingung. " Ada apa dengan mu ? kita sudah sampai dari tadi dan kenapa kamu hanya duduk diam di dalam mobil ? " tanya tuan muda Emraan sekali lagi. " Maaf,..... tuan " jawab Alissa canggung. * Ah sial apa yang sedang aku lakukan oh my bagaimana bisa aku menghayal bercinta dengan tuan muda Emraan, oh ya tuhan mungkin aku sudah gila * * Sial ! ini semua karena tempat ini sehingga aku harus membayangkan hal yang tidak seharusnya aku ingat, * Alissa keluar dari dalam mobilnya dengan kesal bagaimana tidak baru saja sampai ketempat mereka biasa bermain main dulu saat masih remaja dan lugu, keberadaan tempat ini sudah mengingatkan tentang kisah mereka yang lalu, dimana di tempat ini untuk pertama kalinya Alissa menyerahkan kehormatannya kepada tuan muda Emraan dengan suka rela sebagai bentuk pengabdian dirinya. Alissa masuk kedalam kabin lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan tuan muda Emraan, " Aku ingin kamu mempelajari tentang identitas orang yang berada di dalam berkas ini, tiga hari lagi akan ada pesta di pusat kota aku ingin kamu menarik perhatiannya " kata tuan muda Emraan. " Apa misi yang sebenarnya ?" tanya Alissa. " Aku ingin kamu menjadi istrinya dan kamu harus berhasil mendapatkan stempel kepemilikan seluruh aset istana atis'h lalu serahkan kepadaku, mengerti !" kata tuan muda Emraan. " Apa, tuan sedang menyuruh saya untuk menikah dengan orang asing ? " tanya Alissa penasaran akan maksud dari tuan muda Emraan. " Dia bukan orang asing dia pria yang sangat terkenal dan juga merupakan sepupuku yang sangat aku benci, bukankah kamu memintaku untuk memberikan satu kesempatan untuk mu, ? " " Iya itu benar tuan tapi, menikah ? apa tuan serius ? " tanya Alissa ragu. " Apa aku pernah bercanda ?! ini adalah misi yang harus kamu lakukan selanjutnya,....... jika kali ini gagal aku tidak akan mengampuni dirimu " perintah tuan muda Emraan tegas. " Tapi tuan jika aku menikah dengan pria itu, aku_ aku akan jauh dari tuan ? " tolak Alissa beralasan. " Alissa, dengar aku tahu kamu sangat peduli dengan kesenangan diriku, ..... aku juga tahu kamu selama ini tidak pernah membuatku marah ataupun kecewa, " " Asal kamu tahu misi yang kamu jalankan kali ini adalah misi yang sangat penting dan berharga jika kamu berhasil mendapatkan stempel kepemilikan itu aku pastikan selamanya kamu akan berdiri di sampingku " " So........ if you love me, proved " kata tuan muda Emraan. * Cinta ? apa ? aku tidak percaya apa yang tuan muda Emraan katakan kenapa tuan muda harus berkata seperti itu, cinta ya aku memang mencintaimu, sangat ! tapi membuktikan cintaku dengan cara yang konyol itu insane !! * umpat Alissa dalam hati. " Tuan muda kenapa kita tidak menyusun rencana untuk mencuri stempel kepemilikan itu saja ? dari pada kita melakukan drama ini dan aku yakin akan memakan waktu yang lama ?" Alissa mencoba memberi saran. " Apa kamu pikir aku bodoh ? kamu tahu sendiri bagaimana kemampuan Robert ? selama ini dia tidak pernah gagal dalam mencuri tapi sayangnya stempel kepemilikan seluruh aset istana atis'h bukanlah sebuah kertas ataupun stempel biasa " " Maksud tuan ? " tanya Alissa tidak paham akan apa yang sedang tuan muda Emraan katakan. " Jika kamu sudah menjadi istrinya maka kamu akan tahu seperti apa sebenarnya stempel kepemilikan itu dan ada misteri apa didalamnya. " " Aku akan sangat kecewa jika kamu menolak,....... aku akan senang jika kamu bersedia melakukan apapun untukku seperti dulu,......... sama saat kamu membuktikan pengabdian dirimu padaku disini, mengerti " kata tuan muda Emraan sembari mengecup kening Alissa lalu pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Alissa seperti tersihir oleh ciuman itu dan kembali mengingat kenangan lama mereka di tempat ini bagaimana dengan patuh dan tunduk dirinya rela melepaskan kehormatannya kepada tuan muda Emraan dengan suka rela, bahkan saat pria itu memintanya untuk bertelanjang bulat tanpa ragu ataupun malu Alissa rela melakukannya. Tapi yang sekarang hatinya bergejolak bimbang antara akal pikirannya dan perasaannya yang saling bertentangan, hatinya menolak misi ini karena itu artinya cintanya untuk tuan muda Emraan akan berakhir tapi di satu sisi pikirannya setuju untuk menjalankan misi tersebut. Pikirannya berpendapat bahwa ini adalah sebuah jalan bagi Alissa untuk membuktikan kemampuan dirinya dan juga pengabdiannya kepada tuan muda Emraan dengan membuat pria tampan itu senang dengan begitu selamanya Alissa bisa berdiri di samping tuan muda Emraan tanpa keraguan lagi. Tapi apakah benar kalau pengorbanan cinta harus seperti ini ? Alissa mulai membayangkan kembali bagaimana kehidupannya yang lalu sebelum bertemu dengan tuan muda Emraan yang menyedihkan, bahkan karena harus menjalani kehidupan yang keras dan kejam Alissa sampai berfikir kalau kematian jauh lebih baik dari pada hidup. Akan tetapi semuanya berubah setelah Alissa bertemu dengan tuan muda Emraan yang memberinya kehangatan dan juga perlindungan serta kehidupan yang layak hingga saat ini, meski Alissa sadar bahwa ada harga mahal yang harus dia bayar untuk mendapatkan semua itu. * Apakah ini termasuk harga yang harus Alissa bayarkan juga ? * tanya Alissa pada dirinya sendiri saat melihat isi berkas yang ditinggal oleh tuan muda Emraan tadi. Perasaan Alissa makin marah dan juga kesal setelah membaca isi berkas ini, ingin rasanya dia menghantam sesuatu sekarang sebagai pelampiasan amarahnya yang terpendam, akan tetapi semua itu percuma sekuat apapun Alissa memecahkan batu hingga membuat tangannya patah tetap saja Alissa tidak bisa mengelak dari kenyataan bahwa pria yang sangat penting dalam hidupnya telah memintanya untuk menikahi pria yang sudah memiliki 6 orang istri. Alissa hanya tersenyum miris melihat semua itu, ISTANA ATIS'H. @@#########@@@### Di tempat lain Mr G baru saja menerima laporan hasil penyelidikan dari anak buahnya tentang identitas wanita yang akhir akhir ini membuatnya tertarik, bahkan demi melancarkan keinginannya untuk bisa bertemu lagi dengan wanita itu Mr G sampai rela membuat pesta di pusat kota dengan harapan kalau wanita itu akan berada di sana. Saat Mr G sedang fokus membaca isi berkas itu, tiba tiba ruang kerjanya di ketuk pelan dari luar. " Maaf tuan nyonya besar ingin bertemu ? " kata Lino. " Hari apa ini ? " tanya Mr G santai. " Ini hari Selasa tuan ? " jawab Lino bingung. " Katakan pada nyonya besar, hari ini aku tidak bisa menemuinya karena ini jadwal untuk melihat ana. " kata Mr G pada Lino. " Baik tuan...... " jawab Lino patuh lalu segera keluar dari ruang kerja Mr G. Lino menghampiri nyonya besar di ruang tengah tepatnya di ruang tamu, lalu dengan berbisik di dekat telinga nyonya besar Lino menyampaikan pesan yang diberikan oleh Mr G pada Lili selaku nyonya besar di rumah itu, Lili hanya membisu seribu bahasa meski hatinya sangat marah dan juga kecewa, wanita cantik nan kejam itu hanya bisa pasrah dengan memendam semuanya dalam hati, jauh dalam hatinya mengutuk keras suaminya itu akan tetapi wanita itu hanya bisa menyembunyikan semua amarahnya di bawah bibirnya yang ranum. " Tidak apa apa Lino, ...... aku mengerti " jawab Lili berpura pura baik. " Kalau begitu saya permisi nyonya " balas Lino kemudian segera kembali ke ruangan kerja Mr G, Satu jam kemudian setelah membaca semua berkas yang Lino tinggalkan diatas meja kerjanya Mr G mengunjungi kamar tidur Ana, Saat Mr G datang Ana baru saja selesai makan siang dan hendak beristirahat setelah meminum obat, melihat kedatangan suaminya itu wanita berkulit putih pucat itu berusaha keras untuk bangun dari tempat tidurnya. " Tidak perlu,..... " tahan Mr G " kamu tidak perlu menyambut kedatangan ku, bagaimana keadaanmu ? " tanya Mr G sembari membantu Ana untuk kembali duduk diatas tempat tidurnya. " Aku baik,...... apa kakak sudah makan ? " tanya Ana lembut sambil membelai lembut wajah suaminya itu, " Iya,..... aku sudah menghubungi dokter spesialis jika semuanya berjalan lancar kamu akan mendapatkan jantung baru " kata Mr G. " Terima kasih kak karena sudah begitu baik padaku, " jawab Ana gembira. " Baiklah aku harus pergi' ingat jaga kesehatan dan tidak perlu banyak berfikir jika ada waktu aku akan kesini lagi " kata Mr G sebelum pergi meninggalkan Ana, " Iya kak " jawab Ana lembut. Wanita berwajah pucat itu hanya bisa memandangi punggung suaminya yang terus berjalan keluar dari dalam kamarnya, air matanya menggenang di sudut matanya yang sayu, Hatinya begitu sedih dan juga senang karena masih bisa mendapatkan sedikit perhatian dari suaminya itu, meski Ana sangat sadar kalau posisinya di hati Mr G hanya sebuah sepenggal kisah klasik dari cinta masa muda mereka, Ana sadar dari semua istri istri Mr G hanya Ana seorang yang pernah berpacaran dengan Mr G saat mereka kuliah dulu dan bisa memetik asam manis cinta itu bersama sama namun sayang tiba tiba semuanya seakan terbalik sehingga menghancurkan impian Ana dalam sekejap mata, Gadis itu harus menerima kenyataan pahit kalau dirinya menderita penyakit jantung bawaan dan sebuah kenyataan pahit tentang pernikahan Mr G dan Lili yang secara tiba tiba, Bila mengingat kembali masa masa itu jiwanya menjerit histeris hingga membuatnya hampir gila dan juga down, bagaimana tidak siapapun wanita yang harus menerima kenyataan bahwa pria yang dia cintai sepenuh hati tiba tiba menikah dengan orang lain, Ana menyeka sedikit air mata yang hampir menetes dari sudut matanya, gadis cantik berwajah pucat itu hanya bisa menghela nafas dengan berat mencoba bersabar dengan keadaannya saat ini bahwa dia hanyalah salah seorang istri Mr G tetapi bukan menjadi wanita yang dicintai oleh pria itu lagi. Cafe.... Alissa sedang duduk terpaku memikirkan tentang tugas yang baru saja tuan muda Emraan berikan padanya, hatinya belum merasa yakin untuk mengambil tugas tersebut karena Alissa masih berharap kalau cinta-nya suatu saat nanti akan terbalaskan dan bisa dilihat oleh tuan muda Emraan. Alkan tetapi bila mengingat kembali akan perkataan tuan muda Emraan saat di kabin sepertinya kali ini Alissa harus mau berjuang dan berkorban untuk menggapai semua itu untuk mendapatkan cinta dari pria yang ia sukai, untuk membuat hati pria itu senang, untuk membuktikan bahwa dirinya mampu dan juga layak berdiri sejajar dengannya dan menjadi apapun yang dia inginkan. ** Apa iya aku harus menerima permintaan itu menjadi istri dari Mr G ? kalau hanya istri pertama mungkin masih bisa aku terima tapi ini menjadi istri ke-7 dari pria tak bermoral seperti dia sepertinya aku sudah gila ..... sudah gila. ** keluh Alissa pada dirinya sendiri. Alissa memijit pelipisnya beberapa kali untuk meringankan urat kepalanya yang terasa tegang, gadis itu hanya membiarkan satu cangkir kopi espreso yang dia pesan menjadi dingin dengan sendirinya, * Ha hhhhhhhhh !!!!!!!!! menyebalkan ! brengsek ... kenapa tuan muda Emraan ? ** Menggunakan alasan cinta untuk mendapatkan keinginannya, Alissa mulai berfikir " emangnya stempel apa yang sebenarnya tuan muda Emraan inginkan apakah benda itu sangat berharga ? sampai-sampai aku harus berkorban sebesar ini untuk membuatnya bahagia " Ketika Alissa sedang asik menikmati setiap denyutan dari urat kepalanya yang menegang tanpa sadar ternyata dari sebuah sudut tempat itu ada seseorang yang sedang memperhatikannya secara intens. Pria misterius itu diam diam mengambil foto wajah Alissa beberapa kali secara tersembunyi, dan saat melihat hasil bidikannya pria misterius itu cukup puas itu terlihat dari senyumnya yang mengembang lebar sembari memandang kearah layar ponselnya. kasih banyak like komen ya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD