"Nggak ada siapa-siapa," ujar Raymond sambil mengedarkan pandangannya ke hamparan luas kebun teh yang ada di sekelilingnya. "Kamu awasi, aku jilat," tawar Raymond yang tangannya sudah meraba-raba paha Bianca. Bianca menggeleng tertawa. Raymond benar-benar berubah genit juga m***m. Dulu Raymond kalem, kini sikapnya sama sekali berbeda. "Pulang aja," rengek Bianca. Dia hendak bangkit dari duduknya. Tapi pada saat yang sama, Raymond menekan pahanya agar tetap di posisinya. "Raymond. Please. Aah. Jangan di sini." Raymond tak peduli. Dia semakin berani, menarik celana dalam Bianca dan menurunkannya. Sontak Bianca panik. Dia berusaha menarik kembali dalamannya, tapi dengan cepat pula Raymond menahan tangannya. "Ray.…" Raymond bangkit dari simpuhnya, dan menjejal bibir dan leher Bianca.

