"Oh, Biaaan. Oooh ... uuuuh, aaah. Aku nggak bisa nahan lagi, Biaaaan! Aku mau ke luar," "Jangan, Raay. Pleaseeee. Aku dikit lagi. Oh, Ray. Jangan duluuuu." Raymond sepertinya tidak mempedulikan ucapan Bianca. Dia tidak sanggup menahan nikmat luar biasa saat menghujam tubuh Bianca dari belakang. Miliknya terasa sangat penuh lagi sesak di dalam milik istrinya. "Panas. Hm," gumam Raymond kuat. Dia tekan kuat-kuat pinggulnya ke tubuh Bianca dan membiarkan ujung miliknya bergerak-gerak mengeluarkan cairan kental. "Oooh," lenguh Raymond kemudian. Dia benar-benar lega. Bianca merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap sambil mendekap bantal di d**a. Raymond lalu mendekapnya. "Maafkan aku, Bi," ucap Raymond. Dia jadi merasa bersalah karena tidak memperdulikan keinginan Bianca untuk sebenta

