"Nanti pulangnya panggil Pak Tio ke mari aja, Ray," usul Bianca yang sudah siap-siap menuju dapur kecil. Dia hendak menyiapkan minuman hangat buat suaminya. "Baru nyampe kok mikirin pulang," decak Raymond. Bianca tertawa kecil. "Hm ... aku khawatir kamu kecapean," Bianca serahkan cangkir keramik berisi minuman hangat ke Raymond. "Nanti pas kita pulang ambil jam yang nggak ada macetnya," tanggap Raymond seraya beranjak dari rebahnya dan duduk di samping Bianca di tepi ranjang. Kemudian dia biarkan Bianca mengarahkan cangkir ke mulutnya. Bianca tersenyum simpul ketika Raymond meneguk minuman buatannya. Dia teringat kejadian dulu di saat Raymond mengunjunginya suatu malam yang cukup dingin di kamar ini. Raymond berdecak lega setelah menghabiskan minumannya. "Aku juga mengingatnya," ujar

