Bianca mengangguk lemah. Dia amati Anita dan Raymond bergantian. Baru dia sadari Raymond memang sangat dekat dengan maminya. Dia teringat akan cerita sahabat-sahabatnya mengenai Anita yang sangat mengharapkan Raymond untuk memenuhi cita-citanya. Dua putranya yang berada di Amerika Serikat dianggap gagal memenuhi harapan Anita. "Ya udah. Aku tinggal ya. Pasti banyak yang ingin kalian omongkan," ucap Anita yang melirik tangan Raymond sudah mendekap penuh pinggang Bianca. Dia bahagia melihat Raymond yang sudah mendapatkan kembali cintanya. Anita bangkit dari duduknya. "Alvize sudah pesan tiket pulang. Dia berangkat minggu depan. Gerardo masih menunggu persetujuan Mandy," ujar Anita ke Raymond. Dia tersenyum melihat wajah bingung Bianca. Pasti nama-nama yang dia sebut sangat asing di teling

