"Kalo nggak mau. Aku akan memaksamu." "Raymond," desah Bianca dan mengangguk kuat-kuat. Tiba-tiba Raymond tergelak. "Kenapa?" tanya Bianca terheran-heran. Raymond yang semakin relaks, merenggangkan otot-otot tubuhnya dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Sikap kamu di rumahmu membingungkan. Kenapa kamu cemberut pas aku masak ... aku hampir ingin pulang," ungkap Raymond. Dia ingin tahu alasan Bianca yang tiba-tiba murung saat menyapanya. Bianca merapatkan bibirnya sejenak. "Karena kamu panggil aku Tante." Sontak Raymond tertawa. "Haha ... tema ultah kamu tadi kan reunian, Bi. Haikal bilang semua sepakat menganggap seolah keadaan seperti waktu SMA. Makanya aku panggil kamu Tante," "Nggak perlu, Ray. Kita kan hanya berdua di dapur. Kalo ada Haikal atau yang lain baru kamu pangg

