Tangis haru bahagia tak terelakkan saat Bianca menghubungi keduaorangtuanya untuk meminta do'a restu serta izin akan menikah dengan laki-laki pujaan hatinya. Bianca senang melihat penampakan keduaorangtuanya yang semakin sehat dan bugar meskipun usia mereka sudah sangat sepuh. Kata-kata maaf meluncur dari keduabelah pihak. Bianca yang meminta maaf karena sangat lama tidak menjalin komunikasi dan keluarganya yang juga selama ini menutup mata terhadap permasalahan yang dihadapi Bianca. Terutama papanya yang telah memaksanya menikah di usia muda dan sikap berlebihannya. Semua mengalir begitu indah bak direncanakan. "Jadi calon suami kamu teh temen sekolahnya Haikal, Inca?" tanya Tiana, Mama Bianca. Inca adalah panggilan kecil untuk Bianca di dalam keluarganya. "Iya, Ma," jawab Bianca malu-

