Sebuah Ambisi

1085 Words

“Duh. Aku nggak menyangka akhirnya kamu bisa tergila-gila juga dengan laki-laki. Selama ini kamu kan yang digilai laki-laki. Berarti Raymond benar-benar sempurna di mata kamu.” Lagi-lagi terdengar nada ejekan dari suara Dina, meskipun kata-katanya berupa pujian. “Iya. Kamu bisa liat sendiri kan?” “Iya. Emang sih. Hot banget kalo telanjang.” “Awww. Jangan mancing-mancing deh ah.” Carla merapatkan pahanya seakan masih mengingat rasa puas yang mendera tubuhnya barusan. “Yang ini memang beda, Din. Bukan tipe pria yang gampang digoda. Dia tuh sama sekali nggak genit kayak Bapak-bapak atau Mas-mas lain yang matanya suka kelilipan kalo liat paha aku. Susah lo yang satu ini. Bukannya senang dengan perempuan yang tunduk atau manja-manja nan seksi. Tapi suka dengan perempuan yang pekerja keras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD