“Oooh,” desah Raymond dengan suara beratnya. “Aku ingin kamu tau satu hal,” bisik Bianca pelan. Raymond tersenyum di tengah kantuknya. Bianca tersenyum melihat wajah malas Raymond yang berusaha tersenyum. Ah, Raymond pasti akan terkejut dan kantuknya pasti akan segera hilang jika tahu dirinya sedang mengandung. Baru saja Bianca ingin berucap, terdengar bunyi ponsel Bianca berulang-ulang. “Sebentar." Raymond kembali rebah dan memejamkan matanya. Bianca beranjak dari tempat tidur dan melangkah menuju meja riasnya, hendak mengambil ponselnya di sana. Jantung Bianca berdegup sangat keras. Dia mendapatkan banyak pesan bergambar dari nomor yang tidak dikenal. Gambar-gambar yang menunjukkan kedekatan Carla dan Raymond selama kegiatan tur promo. Gemetar tangan Bianca saat menyentuh-nyen

