Senja telah berganti petang, dua insan sedang berada di cafe beratapkan langit. Menatap indahnya gemerlap bulan dan bintang dari atas rooftop cafe, mengagungkan ciptaan- Nya. Sepulang kerja mereka memutuskan untuk makan di luar.. "Langitnya cerah ya," ucap Kinar sambil menatap ke atas. "Kinar," bukan menjawab, lelaki hidung bangir itu malah memanggil gadis cantik nan mungil di hadapannya. Perlahan Kinar menoleh ke arah Pras. Pras menggenggam tangan Kinar yang ada di atas meja, Kinar diam membiarkan tangannya digenggam Pras tanpa penolakan. "Mau sampai kapan kita seperti ini? Aku rasa mungkin ini saatnya kita lebih memperjelas hubungan kita. Toh semua orang sudah tahu." Jelas Pras, sedang Kinar masih dalam mode diam. "Mau kan jadi pendamping hidup ku selamanya?" Beberapa detik Kinar

