MC 24

1684 Words

Kinar Pov Aku begitu terkejut ketika mendapati dia ada di depan pintu rumahku, aku benar benar tidak menyangka dia bakal menemukan keberadaanku. Padahal aku sudah tidak berharap akan bertemu dengannya, aku takut keputusanku akan berubah. Jujur aku masih sangat mencintainya. Ketika netra kami bertemu, aku melihat raut kekecewaan dalam dirinya. Dia pun telah melampiaskan kemarahannya padaku. Aku bingung, aku hanya tak ingin dia bersamaku yang mengalami cacat ini. Kendati Dokter mengatakan bahwa hanya lumpuh sementara, namun rasanya tidak pantas jika semua orang tahu jika dia memiliki kekasih cacat. Aku tidak mau merusak nama baiknya. Flashback on "Kamu egois, kamu hanya memikirkan perasaan kamu sendiri tanpa memikirkan perasaanku." Nada dia meninggi. "Tapi saat ini kamu telah bersama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD