Semenjak tahu bahwa Endru akan menjadi iparnya, Pras tidak lagi sejutek dulu pada Endru. Hanya saja tetap tidak memperbolehkan Endru lama lama bicara dengan Kinar. Seperti saat ini. "Kinar, bulan depan ada reuni. Kamu mau hadir? Rame loh, soalnya bareng sama acara wisuda." Tutur Endru, saat ini Endru sedang berada di rumah Kinar atas undangan Bunda untuk sarapan bersama. Karena setelahnya Bunda akan ikut Endru pulang ke Bandung. "Siapa yang nyuruh ngobrol sama istri saya?" Sahut Pras, Endru hanya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. "Kita kan Iparan sekarang, masak gak boleh ngomong sama calon Kakak Ipar sih?" Bantah Endru. "Baru saja calon," jawab Pras tak mau kalah. Sedangkan Bunda dan Kinar saling tatap tatapan. "Sudah sudah, pagi pagi kok sudah ribut aja atuh." Tegur

