"Kamu ingat gak? Waktu Mas mau pergi, Mas bilang sama kamu kalau Mas mau kasih kejutan?" Binar mengangguk. "Ingat. Dan aku dapat kejutannya." "Hah? Iya kah? Kok bisa?" Zean menatap bingung. "Bisa. Aku terkejut karena Mas gak pulang-pulang," jawab wanita itu. "Apa kamu sedih?" "Pertanyaan macam apa itu? Mana ada istri yang gak sedih suaminya hilang tanpa kabar. Tapi sebulan kemudian, aku dapat kabar soal kehamilanku. Dari situ aku berusaha untuk menjaga kewarasan. Menjaga mental dan fisik demi janin yang aku kandung apalagi di usia rawan. Aku selalu berusaha untuk berpikir positif. Meyakinkan diri bahwa suatu hari Mas akan kembali. Syukurlah akhirnya Mas benar-benar kembali." Zean menatap penuh rasa sesal meski semua yang terjadi di luar kuasanya. Tak terbayang bagaimana beratnya har

