98. Karena Permata

1001 Words

"Ayah ... Ata ngantuk," rengek Permata sambil mengucek mata yang sudah terasa berat. Zean baru saja keluar dari kamar mandi. Niatnya ingin membujuk sang istri yang masih merajuk. Tetapi harus tertunda karena putrinya datang. "Eh kenapa malah naik ke situ? Ayo! Katanya Ata ngantuk. Kita tidur di kamar Ata!" Zean menghampiri putrinya yang sedang merangkak naik ke atas tempat tidur berukuran besar itu. "Ata mau tidur di sini aja, Ayah. Sama bunda dan ayah." Permata menguap lalu merebahkan diri di atas ranjang di kamar orangtua. "Ata katanya udah besar, masa tidur sama ayah bunda. Ayo! Ayah temenin di kamar Ata." Zean duduk di tepi ranjang. Permata kembali menguap. Matanya semakin berat seriing dengan rasa kantuk yang mendera. "Ata masih kecil, Ayah. Ata mau tidur di sini. Ayah jangan pin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD