"Bunda!" Sekali lagi Permata berteriak sambil pergi ke kamar utama, bertepatan dengan ibunya yang muncul di pintu. "Ata kenapa teriak-teriak?" "Bunda lihat, Ata pulang sama siapa?'' "Sama ayah?" Binar menjawab meski ia bisa melihat keponakannya yang sedang bersembunyi. Anak perempuan itu menggeleng seraya menggoyangkan jari telunjuk. "Bukan. Bunda mau tau gak?" "Mau dong." "Bundanya merem dulu." Binar menurut tanpa banyak protes. Memejamkan mata. Permata beranjak, mendekati kakak sepupu lalu menuntun tangannya. "Ayo, Teteh. Kita kasih kejutan untuk bunda,' bisiknya. Almira menurut saat adik sepupu menuntun tangannya. Pun ketika tadi disuruh bersembunyi, ia mengiyakan tanpa protes. "Bunda buka matanya sekarang," ujar Permata. Binar membuka mata. "Hah ... ada Teh Mira." Memasang w

