135. Ngidam

1104 Words

"Kita makan di mobil aja, ya, Sayang?!" "Enggak ah. Aku mau makan di sana," tunjuk Binar ke arah tenda pinggir jalan. "Ata gimana?'' zean menoleh ke arah kursi belakang di mana putrinya sedang tidur nyenyak. Karena tidak mungkin ditinggalkan seorang diri di rumah, dalam keadaan tidur, Zean membawa putrinya dan ia tidurkan di jok belakang. Nyenyak, Permata seperti tidak terpengaruh. "Mas aja yang tunggu di mobil. Aku nggak apa-apa kok sendiri. Lagian 'kan deket juga. Cuma beberapa langkah aja dari mobil." "Gak bisa, Sayang. Masa mas biarin kamu makan sendiri di sana, malam-malam pula." "Terus Mas mau biarin Ata di mobil sendiri?" "Ya .. engak juga, Sayang." "Lebih enggak mungkin lagi kan? Jadi lebih baik Mas tinggal aja di mobil, temenin Ata. Nanti makanan Mas aku minta pedagangnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD