"Kenapa sih itu perempuan suka muncul di mana-mana?" rutuk Binar saat sudah berada di tempat makan yang lain. Tidak habis pikir. "Mungkin cuma kebetulan, Sayang. Udah, jangan mikirin dia. Mending kita makan. Kamu mau pesan apa?" Zean menenangkan sang istri yang tampak gusar setelah bertemu Febi. Ia sendiri tidak mengira akan bertemu. Binar menghela napas panjang kemudian membuka buku menu dan memilih makanan yang tersedia di sana. "Ata mau makan apa, Sayang?" Kali ini Zean bertanya pada putri yang duduk di sampingnya. "Ata mau lihat gambarnya, Ayah." Belum bisa membaca, Permata memilih berdasarkan gambar yang tampak menarik. "Ata mau ini, ini, ini ...." Menunjuk beberapa gambar yang menurutnya terlihat enak. Zean terkekeh sambil mengusap puncak kepala putrinya lalu mengalihkan tatapa

