104. Tantrum

1003 Words

"Ata mau ke mana?" Binar menangkap tangan putrinya yang hendak beranjak. "Ata mau ikut Teh Mira, Bunda," jawab Permata, sekilas menoleh pada ibunya lalu mengalihkan tatapan ke arah lain. "Teh Mira tunggu Ata!" Almira yang sudah berada di area sekolah, berbalik. Adik sepupu sedang berdiri di dekat pintu masuk. "Teteh sekolah dulu. Ata pulang aja. "Tapi Ata mau ikut Teteh," rengek Permata, kedua tangan berpegangan pada besi pagar. "Nanti kalau teteh kelas B," sahut Almira. "Ata maunya sekarang!" Binar segera menangkap permata yang lagi-lagi hendak memasuki area sekolah. Diangkatnya tubuh kecil itu lalu mengalihkan tatapan pada keponakan. "Teteh masuk kelas aja. Ata mau bunda ajak pulang. Nanti dijemput ayah Teteh, ya?!" "Iya, Bunda," angguk Almira, "dadah, Ata. Nanti kita main lagi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD