105. Permata Oh Permata

1003 Words

"AKH! BUNDA!" teriak Permata dari dalam kamar mandi. "Ada apa?" Binar mendorong pintu yang sudah setengah terbuka. "Ada semut, Bunda." Binar membuang napas kasar. Melirik beberapa ekor semut hitam yang beriringan di dekat pintu. "Gak apa-apa. Ata 'kan lebih besar dari semut." "Tapi semut suka gigit Ata, Bunda." Permata hendak keluar, tetapi urung karena takut dengan binatang kecil tersebut. "Ya udah sini!" Binar mengangkat tubuh putrinya. "Bunda kenapa ada semut di rumah Ata?" "Karena Ata kalau makan suka jatuh-jatuh makanannya. Jadi semut datang buat ambil makanan yang Ata jatuhin." "Kalau Ata gak jatuhin?" "Semutnya gak akan datang." "Tapi semutnya di kamar mandi, Bunda. Ata gak pernah makan di kamar mandi." Benar juga. Ah! Binar jadi pusing sendiri harus mengatakan apa sekar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD