116. Saling

1101 Words

Zean sibuk menyiapkan sarapan seperti biasa. Kali ini ditemani oleh putrinya. "Ayah, ade bayi di perut bunda itu makannya gimana?" tanya Permata yang duduk di kursi dapur, menghadap ayah. "Dari makanan yang bunda makan, Sayang." "Oh." Permata membulatkan bibir. "Itu udah matang, Ayah?" ''Udah," angguk Zean. "Ata mau panggil bunda. Mau ajak makan bunda biar ade bayi di perut bunda cepat besar," ujar Permata sambil melompat sari kursi kemudian berlari menuju kamar utama. Zean hanya terkekeh melihat tingkah putrinya yang tampak begitu antusias saat tahu akan memiliki adik. Menghidangkan sarapan di atas meja makan. Nasi kuning dan teman-temannya. Pria itu menoleh saat mendengar langkah kecil mendekat. "Udah panggil bundanya?" "Udah, Ayah. Tapi, kata bunda, bunda belum lapar. Ata sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD