"Ibu!" Permata berlari menghampiri tantenya. "Ata sama siapa ke sini, Sayang?" tanya Mita. "Sama bunda dan ayah. Tapi ayah pergi lagi. Ayah mau kerja," jawab Permata. "Ibu. Ata sekarang gak akan minta dedek Syail lagi." "Kenapa?" "Soalnya Ata juga mau punya adik bayi. Tiga!" Mita menoleh pada adik ipar. "Iya, Bi?" tanyanya. "Enggak, Mbak. Cuma satu. Tiga sih maunya dia aja," jawab Binar. "Oh." Mita terkekeh. "Ayo, masuk!" Menuntun tangan Permata. Sementara Binar mengikuti. "Mas Aga belum pergi ke kantor, Mbak? Mobilnya masih di depan." "Belum. Kakak kamu itu kalau enggak ada janji sama klien, pergi ke kantor ya sesuka hati," jawab Mita. "Itulah alasannya kenapa Mas Aga nolak tawaran papa buat gantiin aku di kantor. Pasti biar bisa kayak gitu." Binar terkekeh. Mita tertawa kecil

