95. Ke Mana Permata?

1001 Words

"Say— Aduh!" Zean mengaduh saat membuka pintu dan langsung mendapat pukulan dari sang istri. "Apa? Kenapa mukul tiba-tiba, Sayang?" Menatap bingung. Alih-alih mendapatkan jawaban, pria itu kembali mendapat pukulan di lengan. Meringis sambil mengusap bagian yang sakit. "Apa lagi salah mas sekarang?" "Ke mana aja sih, Mas? Dari tadi aku hubungi gak aktif. Aby bilang Mas udah keluar kantor dari tadi." Binar sebenarnya merasa lega saat melihat suaminya datang. Tetapi di sisi lain ia juga kesal sekali. "Macet parah hari ini, Sayang. Gak tau ada apa," ujar Zean sembari menghampiri. "Jangan marah." Tangannya menyentuh pipi istri yang memasang wajah cemberut. Binar menepis. ''Maaf, Sayang." "Emangnya kalau macet, HP pun ikut macet?" Zean mengernyit lalu merogoh saku dan mengambil ponsel pi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD