Binar menatap heran meja yang dipenuhi dengan makanan. "Mas yakin pesan sebanyak ini?" "Iya. Memangnya kenapa?" "Banyak ini, Mas. Kalau nggak abis gimana?'' "'Kan kita makan sama-sama?" "Loh? Mas yang pesan. Aku 'kan udah pesan makanan lain." "Iya gak apa-apa. Kamu tadi cuma pesan satu macam. Makanya mas pesan banyak. Biar kamu juga ikut makan. Biar kamu tambah berisi badannya," sahut Zean. Binar menatap sebal. "Jadi? Maksud Mas aku ini gendut?" "Eh? Enggak, Sayang. Kapan mas bilang kamu gendut?" "Itu Mas baru aja bilang," balas Binar. "Hah? Aduh, Sayang ... gak gitu. Mas nanya kamu itu, bukan bilang kamu ...." Zean menggantung kalimat. Jika ia ucapkan lagi kata-kata tadi, istri akan semakin marah. "Mas gak ada maksud bilang gitu loh. 'Kan tadi kamu nanya, ya mas ulang kata-katany

