Raisa sudah salah membangun andrenalin Yuda yang notabenenya memang pembalap. Tapi Raisa menikmati bagaimana Yuda melajukan kecepatan di atas rata-rata, melewati mobil lainnya. Raisa sendiri menyukai balapan tidak namun dia sering memejamkan matanya bila berboncengan dengan Fairuz padahal kegilaan mengendarai antara dua lelaki itu sama. "Udah sampai, rambutmu masih rapi." Yuda melepas seatbelt dan menyisir rambut ikal Raisa dengan dua jarinya. "Iya dong, aku enggak mau jadi duta shampoo lain," canda Raisa mengusir kegugupannya, buru-buru dia memegang pintu mobil untuk keluar tapi lagi-lagi Yuda membuat detak jantungnya berpacu dua kali lebih cepat. "Kamu tunggu di sini biar aku yang buka, my princess." Yuda lantas turun setelah mengedipkan matanya sebelah. Raisa mencoba menyembunyikan

