-Jika dia adalah takdirmu, aku rela dengan syarat kamu tidak akan terluka bersamanya- *** Atha mengetuk kamar Ridho setelah berperang dengan akal pikirannya. Sudah lama mereka tidak mengobrol kecuali satu dua patah kata di hadapan Mama dan Papa. Itu semua berawal dari Ridho yang menganggapnya telah mengambil Bela. Atha sudah mencoba menjelaskan kesalahpahaman itu, kalau dirinya sama sekali tidak menaruh perasaan apa pun terhadap perempuan yang sudah dianggapnya sebagai adik sendiri. Tapi Ridho tidak percaya dan bahkan menjaga jarak dengan Bela begitu juga dengan saudara kembarnya. Sikap Ridho kian hari kian bertambah buruk, bersikap semaunya. Namun, setelah dua tahun berlalu Atha melihat perubahan baik tatkala Ridho sudah berbicara dan jalan bareng Bela lagi. Atha mengetahui itu karena

