- FEAR -

1102 Words

Tak butuh waktu lama sampai Arabella terbangun dari pingsannya. Seperti kata Hilda, berkat mana Afel yang jauh lebih besar darinya, Arabella jadi lebih cepat sadarkan diri. “Yang Mulia…” lirih gadis itu. Senyum lebar mengembang di wajah Arabella begitu kesadarannya mulai penuh. Tangannya yang masih cukup lemah membalas genggaman Afel, lalu berkata, “Arabella yakin Yang Mulia akan kembali.” Afel membalas senyumnya dengan kaku. Rasa kecewa Arabella pada sang kekasih, Rafael saat meninggalkannya tadi pun lenyap, tergantikan dengan harapan seiring dengan kehadiran pria yang dia cintai itu di sampingnya. Dia selalu yakin bahwa Rafael pasti akan kembali untuk menyelamatkannya. “Lalu, sekarang harus bagaimana lagi?” tanya Afel pada Hilda. Tentu Hilda memiliki rencana. Karena, dia tahu betul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD