Maaf

1251 Words
Dalam diam Giran hanya bisa mengepalkan tangannya marah saat mendengar ucapan Rajan yang terdengar memuakkan di telinganya lalu tak lama Lara meminta Giran untuk mengatakan apa yang ia inginkan dan silahkan pergi setelahnya karena ia lelah jika harus berdiam seperti ini. "Masih tetap diam ya? Sepertinya memang tidak ada hal yang ingin Giran omongin ya? Kalau begitu silahkan katakan sesuatu jika ada yang ingin di ucapkan lalu lu bisa pergi setelahnya karena gue lelah jika harus diam aja seperti ini Giran," ucap Lara datar. Entah mengapa kali ini saat Giran menatap mata indah yang di penuhi tatapan pilu dan sedih seakan-akan membuat hatinya ikut berdenyut perih padahal Lara tak melakukan apapun selain memandang dirinya lekat dan tegas. Namun ia sadar jika alasannya ke tempat ini bukanlah untuk hal yang tak berguna seperti ini, tapi mau bagaimanapun juga ia harus fokus dengan tujuannya yaitu menarik perhatian Lara dan meminta maaf atas sikap Narunna yang katanya menyinggung Lara hari ini. "Sebenarnya berat untuk gue mengatakan ini, Lara! Itu makanya gue daritadi diem aja dan mau gak mau gue harus bilang ini! Gue khawatir sama lu dan gue juga mau minta maaf atas ulah yang di lakukan oleh Narunna hari ini, gue gak mau lu terluka karena dia Lara!" tutur Giran sendu. Bukannya memarahi pemuda itu Lara hanya tersenyum sekilas dan meminta Giran untuk tidak lagi mengatakan hal konyol yang tidak akan merubah apapun di hidupnya toh memang sejak awal hidupnya telah hancur karena pemuda itu. "Hanya itu? Jadi lu cuma mau bilang hal konyol yang gak merubah apapun loh, Giran! Jadi lu gak mau gue terluka karena Narunna, tapi gak apa-apa kalau lu yang lukain gue ya? Kalau lu lupa dengan perbuatan lu biar gue kasih tau lagi! Kalau hidup gue emang sejak awal udah lu dan Narunna hancurin kok! Jadi perkataan lu sekarang gak akan merubah apa-apa," ujar Lara santai. Mendengar hal ini membuat Giran tiba-tiba saja merasa bersalah dan sontak saja ia meminta maaf karena ia sadar Giran tak seharusnya memperlakukan Lara seperti ini sayangnya Lara hanya tersenyum sambil menyahuti ucapan Giran dengan santai sebab mau seberapa sering kata maaf terucap dari Giran tetap saja tak akan merubah keadaan yang sudah terjadi. "Gue gak bermaksud menghancurkan hidup lu, Lara! Oke gue salah dan sekarang gue menyesal dan lu boleh kok memaki atau bales perbuatan gue silahkan aja! Gue beneran gak berniat untuk menyakiti lu, Lara! Tolong lu percaya sama gue dan maafin gue Lara? Maafin semua kesalahan gue, Lara! Gue benar-benar menyesal banget serius dah," ucap Giran menyesal. "Mungkin lu gak bermaksud, tapi mau seberapa banyak atau sesering apapun permintaan maaf lu tetap aja gak akan merubah keadaan yang sudah terjadi, Giran! Gue mempermasalahkan yang terjadi hari ini toh setiap kali gue mempertahankan hubungan sama lu apa pernah lu mikir soal gimana terlukanya gue? Gakkan? Jadi gue udah terbiasa begini kok," sahut Lara santai. Rasanya ucapan Lara seperti menyayat hati Giran dan Rajan yang merasa gadis itu tidak perlu mengingat luka seperti ini membuat Rajan memperingatkan Giran untuk pergi saja dari sini sebab ucapan Giran tak perlu Lara tanggapi. "Entah mengapa rasanya apa yang dia katakan benar dan jujue gue merasa tersayat-sayat sama ucapan Lara ya walaupun emang gue yang salah, tapi seharusnya mungkin emang gue gak menyebabkan semua ini dan baru kali gue merasa kenapa gue parah banget," batin Giran sedih. "Kalau kehadiran lu cuma mengingatkan luka yang gak perlu Lara ingat sebaiknya lu pergi aja dari sini, Giran?! Lara gak harus menanggapi ucapan yang gak jelas ini karena permintaan maaf yang lu lakuin ini gak akan merubah kenyataan kalau Luruh terluka karena ulahnya, Narunna! Jadi mending lu pergi aja dari sini dah!" ujar Rajan serius. Seolah-olah tak mendengar ucapan Rajan, tak lama pemuda itu justru berusaha kembali untuk meminta maaf dengan Lara sebab bagaimanapun juga Giran ingin memperbaiki kesalahan yang pernah ia lakukan pada gadis itu. "Iya gue paham bahwa memaafkan gue itu bukan hal yang mudah jadi mau seberapa banyak kata maaf dari gue! Apapun jawaban lu, gue akan tetap meminta maaf dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang pernah gue lakuin jadi tolong dengerin dan maafin gue Lara! Kasih gue kesempatan untuk berubah Lara!" ucap Giran serius. Sayangnya Lara tidak menanggapi apapun sebab ia juga sudah tidak tau harus bagaimana lagi dengan pemuda itu sedangkan Giran masih terus meminta maaf hingga Rajan menarik kerah kemeja Giran dan meminta pemuda itu berhenti menganggu Lara. "Berubah katanya? Setelah luka yang dia gores dan hubungan kita berakhir bisa-bisanya dia minta gue ngasih kesempatan untuk berubah? Asli gak ngerti lagi gue sama jalan pikiran Giran! Rasanya gue gak tau harus bagaimana lagi menghadapi pria itu! Apakah di mata dia cuma perasaan dia yang lebih penting dibanding gue ya," batin Lara sendu. "Kenapa malah diam saja, Lara? Tidakkah kamu egois dengan bersikap begini? Pencipta Alam semesta ini saja memaafkan masa lu yang cuma segitu aja gak mau maafin? Ayoklah maafin gue! Toh gue juga berhak buat lu maafin dan semua orang itu wajar kalau salah jadi gak ada salahnya kalau maafin gue, Lara! Tolong maafin gue," ujar Giran memohon. "Lu tuh mengerti gak sih sama ucapan Lara! Dia tuh gak mau berurusan sama lu jadi harusnya tau diri woy! Berhenti menganggu Lara karena gue kalau lu gangguin dia udah pasti bakal gue abisin lu! Makanya sekarang lu berhenti bersikap konyol begini dah! Dia itu udah pernah buang jadi gak berguna juga lu baikin dia di saat seperti ini?!" murka Rajan serius. Giranpun tak tinggal diam bahkan ia mencengkram kaus Rajan dan ia menantang Rajan untuk berkelahi dengannya sedangkan Lara yang merasa lelah membuat kepala gadis itu berdenyut sakit jadi ia meminta Rajan untuk membawa Giran pergi darinya. "Bisa-bisanya lu nyuruh gue sadar diri sedangkan lu sendiri malah gak ngaca! Gue gak pernah membuang Lara asal lu tau! Jadi lu sebaiknya gak usah sok tahu banyak hal deh! Di sini tuh yang gangguin lu bukan gue, Rajan! Berhenti bersikap seperti pahlawan kalau nyatanya lu gak di butuhin di sini woy!!" sahut Giran marah. "Berhenti berbicara omong kosong, Giran! Rajan! Kepala gue sakit banget lihat kalian begini tau gak! Tolong lu bawa Giran pergi dari sini karena rasanya kepala gue pusing banget, Rajan! Gue mau istirahat! Kali ini gue benar-benar lelah banget gak kuat begini terus," lirih Lara kesakitan. Mendengar ucapan Lara sontak membuat Rajan tanpa berlama-lama lagi ia membawa pemuda itu pergi dari hadapan gadis yang kini berjalan ke tempat tidurnya sebab Lara merasa kepalanya seperti berputar di tambah kepalanya semakin berdenyut menyakitkan hingga membuat Lara memilih mengistirahatkan tubuhnya. Setelah kepergian Rajan dan Giran tak lama Lara hanya bisa berbaring sambil menatap langit-langit rumah sakit dengan sedih sebab permintaan maaf Giran jelas tak hanya menyakiti hati Lara lagi melainkan mematahkan seluruh kepercayaan dan ruang di hatinya. "Maaf katanya? Menyesal dia bilang? Apa dia baru menggunakan akalnya di saat hubungan kita telah berakhir? Apakah kata maaf akan mengembalikan hal yang sudah hancur? Jujur menurut gue permintaan maaf Giran malah hanya menyakiti perasaan gue sebab udah gak ada yang tersisa lagi dari semua rasa sakit ini," gumam Lara sedih. Sebenarnya Lara bisa tak memperdulikan hal seperti ini hanya saja ada sebagian hatinya yang ingin melihat Giran berubah walaupun gadis itu tau hal seperti itu agaknya sulit terjadi dan Lara tak bisa berbuat banyak juga. "Melihat dia sedikit berubah memang keinginan sebagian hati gue sejak dulu, tapi gue pengen banget gak perduli sama semua ucapan omongan Giran dan sayangnya sulit karena Giran bukan orang yang mudah diberi saran di tambah gue juga gak bisa berbuat banyak sama segala tingkah dia! Gue lelah banget rasanya," ucap Lara pasrah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD