Tak Akan Kembali

1270 Words
Di tengah rasa sedih yang begitu melekat di hatinya hingga membuat Lara tidak menyadari jika Rajan telah kembali dengan pandangan bingung, tapi Rajan juga tidak ingin mengganggu Lara yang sepertinya sedang melamun. Mau sebanyak apapun waktu yang Rajan berikan untuk Lara, nampaknya ada bagian di hati Lara yang tak akan kembali dan ia tak bisa mengisi ruang kosong tersebut jadi Rajan memilih duduk di depan kamar gadis itu membiarkan Lara menenangkan hatinya dulu. "Sepertinya ucapan Giran benar-benar menyakiti hatinya lagi ya? Kalau begitu aku menunggu di luar saja, mau sebanyak apapun waktu yang aku berikan trtap saja hati Lara untuk pemuda itu dan agaknya sulit untuk hati Lara kembali jadi biarkan dia tenang dulu sementara toh hubungan mereka tak akan kembali setelah luka yang ditorehkan Giran padanya," batin Rajan pasrah. Rasanya seperti ingin melangkah, tetapi tak ada jalan yang bisa Rajan pijak hingga akhirnya pria itu hanya bisa menghela nafasnya lelah lalu memeriksa apakah Lara telah tertidur sebab gadis itu perlu memulihkan dirinya. Beruntunglah Lara sudah tertidur jadi Rajan bisa menjaga gadis itu tanpa perasaan bimbang, dalam diam Rajan semakin tak mengerti mengapa ia bertahan untuk gadis ini? Mengapa dirinya menjaga perasaan gadis yang masih berusaha untuk mengatasi rasa sakitnya. "Nampaknya Lara sudah sangat kelelahan sampai ia tertidur begini ya? Kadang aku juga tidak mengerti kenapa aku bertahan untuk gadis ini? Kenapa juga aku menjaga peraaaan gadis ini? Padahal Lara sendiri masih berusaha mengatasi rasa sakitnya! Entah aku yang terlalu naif atau memang seperti ini rasanya berjuang ya," gumam Rajan sendu. Mau seberapa sering Rajan memikirkan perasaanya, logikanya seolah tak bekerja dan perasaan yang Rajan berikan untuk Lara tak akan kembali padanya lagi jadi Rajan hanya bisa memandang langit-langit rumah sakit sambil ia duduk di kursi samping tempat tidur Lara. Sebenarnya Rajan bisa saja tidur di sofa yang lebih luas di banding tidur di kursi yang membuat seluruh tubuhnya lelah, tetapi Lara ketika tengah malam akan bergumam kesakitan jadi Rajan berusaha menenangkan Lara dengan mengusap- usap kepala gadis itu lembut. Untuk itu ia rela menahan rasa lelah dibanding melihat gadis itu kesakitan dalam tidurnya lalu tak lama rasa kantuk menghampiri Rajan dan sebelum pemuda itu jatuh terlelap ia mendoakan Lara untuk selalu bahagia walaupun kebahagiaan bukan disebabkan Rajan. "Mungkin kamu akan sulit membuka hati untukku, tapi setidaknya aku akan tetap melindungimu dan selalu berada di sisimu! Aku tak banyak berharap padamu, Lara! Selama kamu bahagia maka aku akan bahagia walaupun harus menahan rasa sakit ini aku ikhlas! Tolong cepatlah pulih sebab aku tidak ingin melihatmu terluka seperti ini," gumam Rajan lembut. Di lain sisi Luruh sudah berada di dalam mobil yang sama dengan Axton, tetapi rasanya ia tidak menyukai keheningan ini terlebih entah mengapa bayangan Axton mengusap-usap tangan gadis lain masih saja berputar dikepalanya. "Bisa-bisanya dia terlihat santai begini? Padahal dia udah bikin orang kesel eh gak ada tuh dia minta maaf atau jelasin masalahnya! Bikin orang emosi aja sih, Axton nih! Ini lagi kenapa malah gue keinget omongan Narunna sih! Gara-gara dia mood gue jadi berantakan begini nih! Kenapa ngeselin begini sih jadinya tuh ya," batin Luruh sebal. Sementara Axton yang mengerti jika istrinya sedang menahan rasa gelisah dan perasaan yang bercampur aduk membuat pemuda itu mengusap-usap kepala Luruh lembut sambil ia sedikit menjelaskan apa yang sebenarnya pada dirinya. "Udah jangan sebel gitu mukanya! Apapun yang sedang lu pikirkan itu tidak benar adanya sebab gue benaran gak selingkuh kok, tadi emang cuma nemuin teman lama dan entah wanita gak jelas itu kenapa bisa memutuskan pikiran aneh seperti itu! Ingatlah lagi apa janjiku padamu jadi sudah pasti aku tak akan meninggalkanmu semudah ini," tutur Axton lembut. Sebenarnya Luruh tidak ingin membahas hal yang entah mengapa menyakitkan untuknya, tetapi karena Axton sudah lebih dulu membahasnya jadi Luruh meminta pemuda itu untuk jangan berbohong pada dirinya sebab ia tak menyukai kebohongan seperti ini. "Bukankah dengan mengingat janjimu hanya akan menyakitiku? Kalau tidak selingkuh lantas kenapa kamu mengusap-usap tangannya? Aku tidak berniat membahasnya, tapi karena kamu lebih dulu bertanya makanya jangan berani bohong sama istri deh! Satu hal yang gak gue suka yaitu kebohongan jadi sebaiknya lu jujur aja dah," ujar Luruh datar. Mendengar nada cemburu dari istrinya membuat Axton tersenyum dan ia meminta Luruh untuk bersabar dulu sebab ia akan menjelaskan semuanya ketika sampai di rumah, saat ini Axton perlu fokus dulu jalanan yang ramai. "Menyakitkan jika aku berbohong padamu, Luruh! Ini kan aku tidak kok! Sudah tenang dan jangan berpikir yang aneh-aneh nanti kira bicarakan lagi setelah sampai di rumah jadi nanti kamu akan mendengarkan penjelasan semuanya dari aku! Tolong tunggu sebentar biarkan aku fokus dengan menyetir ini dulu ya sayang," ucap Axton lembut. Tak banyak kata yang diucapkan Luruh dan Axton paham jika saat ini istrinya sedang merasa kesal dengan salah paham yang keterlaluannya sengaja di kompori oleh wanita memuakkan itu dan Axton juga merasa salah seharusnya ia membawa Luruh ikut dengannya. "Wajar sih kalau Luruh marah, salah gue juga sih gak ngajak Luruh ikut pas bertemu sama Laninna jadinya kita malah salah paham begini! Dan Narunna malah mengompori masalah yang sebenarnya bukan masalah juga sih! Yaudah ah gue ikutin aja maunya Luruh itu apa baru nanti ke depannya gue gak akan mengulangi kesalahan yang sama," batin Axton pasrah. Sesampainya di rumah Luruh lebih dulu masuk ke rumah dan tak lama Axton menyusul Luruh yang memasang wajah masam itu, sayangnya saat Axton hendak menjelaskan masalahnya dengan Luruh ia malah disambut oleh abangnya dan Rinja yang terlihat kebingungan. "Tadi itu teman lama gue nah dia lagi ada masalah makanya minta ketemu buat minta saran dan ya memang salah gue karena gak ajak lu buat ikut cuma gue gak bermaksud buat bikin lu sedih atau apa, Luruh! Harusnya gue memikirkan lu bukan malah bersikap semua gue jadi jujur gue minta maaf banget sama lu! Maafin gue ya? Maaf karena gue tuh," ujar Axton terhenti. "Axton! Akhirnya lu pulang juga, de?! Ini loh gue sama Rinja butuh bantuan lu nih! Tadi udah nyari ke sana sini eh malah gak ketemu terus abang harus mencari ke mana lagi, Axton! Tolong kali ini bantuin abang buat menuhin keinginan istri yang katanya ngidam ini!!" tutur Terang bingung. "Iya nih, Axton! Gue pengen banget puding coklat yang di supermarket terus coklat abis itu gue mau mie itu loh yang pedas sama jus yang 1 liter Axton! Gue pengen itu semua dan di supermarket tuh kosong semua! Oh iya sama kue kering yang enak! Cariin woy?! Gue ngidam ini kalian paham gak sih!!" ucap Rinja serius. Luruh yang mendengar nada panik dari kakak ipar dan gadis di sampingnya membuat gadis itu ikut menanyakan apakah ada hal yang bisa ia bantu di saat seperti ini, Axton yang heran dengan sikap baik gadis itu malah tak dapat melanjutkan ucapannya saat Rinja meminta tolong pada Luruh yang kini menatap keduanya kebingungan. "Loh ini ada apa? Mau Luruh bantuin? Kalau mau makanan itu sepertinya bisa aku bantuin deh! Bentar ya aku cek di lemari pendingin sepertinya ada makanan yang Rinja mau nih! Atau Rinja mau lihat sendiri? Ayok sini," ujar Luruh bingung. "Astagfirullah kalian berdua ini minta bantuan apaan sih?! Gak jelas banget! Lu kenapa malah bantuin dia, Luruh? Biarin aja mereka cari makanannya sendiri toh supermarket itu banyak jadi lu gak perlu terlalu baik atau kebaikan lu akan di manfaatin sama orang," ucap Axton terhenti. "Ayoklah, Luruh! Bantuin kami? Please bantuin aku! Aku mohon banget mau makanan yang tadi itu jadi tolong bantu aku makan makanan itu please Luruh," ujar Rinja memohon. Entah mengapa ucapan Rinja benar-benar membuat Axton hanya bisa menepuk dahinya kesal, ini sudah terlalu malam untuk meladeni omong kosong pasangan tidak waras ini sedangkan Luruh yang tak tega mencoba mencari apakah di dapurnya ada bahan yang diinginkan Rinja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD